KPK Telusuri Rekayasa Vendor dan Aliran Dana Non-Budgeter BJB, Aset Disita untuk Pastikan Pihak Penerima

Oleh: Panji Septo R
Sabtu, 22 November 2025 | 13:03 WIB
Dewas KPK pertimbangkan panggil Bobby (Beritanasional/Panji)
Dewas KPK pertimbangkan panggil Bobby (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).

Hal itu diungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat ditanya keterlibatan dugaan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam perkara ini.

Ia menjelaskan pemeriksaan terbaru terhadap dua petinggi BJB berfokus pada proses pengadaan, bukan semata aliran uang kepada pihak tertentu.

Budi menyebut penyidik saat ini mengurai prosedur internal BJB serta membandingkannya dengan praktik yang terjadi di lapangan.

“Saat ini pemeriksaan fokus terkait dengan proses, mekanisme, dan prosedur dalam pengadaan di BJB,” ujar Budi di Gedung Merah Putih Jakarta Selatan dikutip, Sabtu (22/11/2025).

“Bagaimana SOP yang sebetulnya dan bagaimana praktik yang dilakukan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan dalam perkara ini terdapat dugaan rekayasa dan pengkondisian vendor yang ditunjuk untuk mengerjakan pengadaan iklan sehingga proses pengadaan tidak berjalan sesuai standar.

“Dalam konstruksi perkara ini diduga adanya rekayasa pengkondisian vendor-vendor yang kemudian akan mengerjakan pengadaan iklan di BJB,” tuturnya.

Budi mengatakan penyidik menemukan fakta anggaran tidak sepenuhnya digunakan untuk belanja iklan.

Sebagian anggaran diduga telah disisihkan sejak awal sebagai dana non-budgeter. Dana inilah yang kini ditelusuri pergerakannya.

“KPK tidak hanya fokus terkait dengan perbuatan melawan hukumnya pada saat proses pengadaannya, tapi juga dari dana non-budgeter ini kita ikuti seperti aliran air,” tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: