BNN Ungkap Sosok Pria yang Ditangkap Bersama Buronan Narkoba Dewi Astutik di Kamboja

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 03 Desember 2025 | 14:50 WIB
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto (kiri). (Foto/Dok BNN)
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto (kiri). (Foto/Dok BNN)

BeritaNasional.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap sosok pria bersama Dewi Astutik alias Mami, buronan narkoba internasional, yang ditangkap di lobi hotel, Sihanoukville, Kamboja, pada 1 Desember 2025.

“Sementara info didapatkan, lelaki tersebut diakui sebagai WN Pakistan, dengan panggilan Abdul Halim, yang diduga sebagai pacar Paryatin alias Dewi,” kata Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi pada Rabu (3/12/2025).

Meski demikian, Suyudi mengatakan, selain hubungan antara pria dengan Dewi, informasi lain masih terus didalami kepolisian Kamboja. Termasuk apakah pria itu terlibat dalam peredaran narkoba yang dilakukan Dewi.

“Nama dan identitas lelaki tersebut sedang dilakukan penyelidikan oleh kepolisian Kamboja,” ujarnya 

Sementara itu, sejak tadi malam, Dewi tiba di İndonesia. Saat ini, BNN memeriksa yang bersangkutan guna mengungkap jaringan besar narkoba yang dikendalikannya.

Sebelumnya, penangkapan Dewi Astutik adalah penegasan atas komitmen kuat BNN dalam memberantas kejahatan narkotika dengan mengejar para bandar kelas kakap hingga ke luar negeri.

"Kami terus mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri, dengan memperkuat sinergitas antar lembaga negara dan kepolisian negara sahabat," ujar Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Dari informasi dihimpun, Dewi merupakan aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun dari jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025.

Golden Triangle sendiri merupakan kawasan peredaran narkotika yang beroperasi di Myanmar, Thailand, dan Laos.

Selain itu, Dewi terlibat dalam sejumlah kasus besar pada 2024 yang berhubungan dengan jaringan Golden Crescent, jaringan narkoba yang beroperasi melalui Iran dan Turki, hingga menyebar ke Eropa.

Dalam dua jaringan besar tersebut, Dewi berperan sebagai pengambil dan distributor berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, untuk peredaran di Asia Timur dan Asia Tenggara.

"Dia merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia. Penangkapan 2 ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," ungkap Suyudi.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: