Pemerintah Fasilitasi Penggantian Dokumen Warga Terdampak Bencana Sumatera

Oleh: Kiswondari
Jumat, 19 Desember 2025 | 07:58 WIB
Pemerintah fasilitasi penggantian dokumen warga terdampak bencana Sumatera. (Foto/Disdukcapil Buleleng)
Pemerintah fasilitasi penggantian dokumen warga terdampak bencana Sumatera. (Foto/Disdukcapil Buleleng)

BeritaNasional.com - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyampaikan bahwa pemerintah akan memfasilitasi penggantian dokumen korban bencana di Sumatera yang rusak, baik itu dokumen kependudukan maupun dokumen pendidikan.

"Terhadap dokumen-dokumen nanti yang hilang, baik itu Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), ijazah, sertifikat, atau yang lain-lainnya, seluruh dokumen, pasti akan diberi fasilitas," ujar Supratman dalam Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun 2025 di Jakarta, yang dikutip Jumat (19/12/2025).

Mengenai cara penggantian dokumen kependudukan yang hilang tersebut, Supratman menjelaskan bahwa detailnya akan dijelaskan lebih lanjut oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sementara terkait penggantian dokumen pendidikan, kata politikus Partai Gerindra ini, akan dijelaskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Mantan anggota DPR ini menjelaskan, pemerintah selalu melakukan rapat koordinasi lintas kementerian terkait penanganan bencana di Pulau Sumatera setiap harinya. Namun sejauh ini, pemerintah masih fokus untuk menyediakan hunian sementara, logistik, hingga pangan terlebih dahulu kepada para korban bencana.

"Itu yang sementara dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 147 ribu lebih rumah rusak akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatra.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pemerintah terus mempercepat langkah pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Sebanyak 147 ribu lebih rumah mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan hingga berat akibat bencana hingga Selasa (16/12). Data tersebut menjadi acuan bagi perencanaan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak," kata Muhari di Banda Aceh, Selasa (16/12/2025)

Abdul Muhari merincikan kerusakan rumah di Provinsi Aceh sebanyak 106.058 unit. Rinciannya, 46.779 unit rusak ringan, 22.951 unit rusak sedang, dan 36.328 unit rusak berat.

Sedangkan di Sumatera Utara, kata dia, total rumah rusak mencapai 28.708 unit, terdiri 19.651 unit rusak ringan, 3.899 unit rusak sedang, dan 5.158 unit rusak berat.

Sementara, di Sumatera Barat tercatat 12.451 unit rumah rusak, dengan rincian 6.933 unit rusak ringan, 2.959 unit rusak sedang, dan 2.559 unit rusak berat.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: