Trump Ungkap 90 Persen Rencana Perdamaian Rusia–Ukraina Telah Disepakati

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 29 Desember 2025 | 12:03 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto/Pixabay)
Presiden AS Donald Trump (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina menunjukkan kemajuan signifikan usai pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Minggu waktu setempat.

Trump menilai sebagian besar poin dalam proses perdamaian sudah berada di jalur yang tepat. Ia menyebut progres yang dicapai hampir menyentuh keseluruhan kesepakatan yang dibutuhkan untuk menghentikan konflik bersenjata tersebut.

“Kalau harus disebutkan angkanya, mungkin sudah sekitar 95 persen. Saya tidak tahu persisnya, tapi kami telah membuat kemajuan besar untuk mengakhiri perang ini,” ujar Trump, dikutip dari anadolu, Senin (29/12/2025).

Menurut Trump, jika pembahasan berjalan lancar, sisa persoalan krusial dalam rencana perdamaian dapat diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan.

Meski begitu, ia mengakui masih ada satu hingga dua isu sensitif yang belum tuntas, salah satunya terkait wilayah yang telah dikuasai selama perang berlangsung.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membahas rencana rekonstruksi Ukraina pascaperang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pembicaraan tersebut, Rusia disebut siap membantu pemulihan Ukraina, termasuk dalam penyediaan energi dan listrik dengan harga rendah.

“Rusia ingin melihat Ukraina berhasil. Presiden Putin menunjukkan sikap yang cukup terbuka terhadap masa depan Ukraina,” kata Trump.

Selain itu, Trump menyatakan kesiapannya untuk berbicara langsung di parlemen Ukraina apabila hal tersebut dapat mempercepat tercapainya perdamaian dan menyelamatkan puluhan ribu nyawa setiap bulan.

Ia juga membuka kemungkinan digelarnya pertemuan tiga pihak antara dirinya, Putin, dan Zelenskyy pada waktu yang dinilai tepat. “Saya melihat itu bisa terjadi pada momen yang sesuai,” ujarnya.

Menanggapi isu jaminan keamanan bagi Ukraina, Trump mengatakan Amerika Serikat akan bekerja sama dengan negara-negara Eropa, yang nantinya akan mengambil peran besar dalam skema pengamanan pascaperang, dengan dukungan dari Washington.

Sementara itu, ketika ditanya soal usulan gencatan senjata sementara untuk menggelar referendum, Trump menyebut Putin menolak opsi tersebut karena khawatir konflik hanya akan berhenti sementara sebelum kembali pecah. Meski demikian, Trump optimistis solusi alternatif tengah dibahas.

Rencana Perdamaian Hampir Rampung

Zelenskyy menyampaikan bahwa diskusi dengan Trump berlangsung konstruktif dan mencakup hampir seluruh aspek penting. Ia menyebut sekitar 90 persen dari rencana perdamaian yang terdiri atas 20 poin telah disepakati.

Selain itu, jaminan keamanan antara Amerika Serikat dan Ukraina disebut telah mencapai kesepakatan penuh, sementara skema jaminan keamanan antara AS, Eropa, dan Ukraina hampir final. Aspek militer bahkan diklaim telah disepakati sepenuhnya, sementara rencana pemulihan ekonomi masih dalam tahap penyempurnaan.

“Kami sepakat bahwa jaminan keamanan adalah fondasi utama untuk mencapai perdamaian jangka panjang,” ujar Zelenskyy.

Meski demikian, ia mengakui bahwa keputusan akhir tidak akan mudah dan akan berdampak besar bagi masyarakat Ukraina. “Jika rencana ini terasa berat bagi masyarakat, maka merekalah yang harus menentukan, karena ini menyangkut tanah mereka,” katanya.

Zelenskyy menambahkan bahwa tim dari Ukraina, Amerika Serikat, dan Eropa akan kembali bertemu dalam beberapa pekan ke depan untuk merampungkan seluruh poin yang telah dibahas. Ia juga mengungkapkan bahwa Trump berencana menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan dengan para pemimpin Ukraina dan Eropa di Washington pada Januari mendatang.

Pertemuan Trump dan Zelenskyy berlangsung di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida. Zelenskyy tiba di Amerika Serikat pada Minggu setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Canada.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: