4 WNI Diculik di Gabon, Komisi I Sebut Alarm Ancaman Keselamatan di Jalur Maritim Internasional

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 13 Januari 2026 | 17:15 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. (Foto/Istimewa)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengatakan insiden penculikan empat WNI oleh bajak laut di perairan Gabon menjadi alarm meningkatnya ancaman keselamatan WNI di jalur maritim internasional. Amelia menyampaikan keprihatinannya atas insiden ini.

"Kami di Komisi I menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa penculikan empat warga negara Indonesia di perairan Gabon, yang dilaporkan sebagai bagian dari aksi bajak laut bersenjata terhadap kapal penangkap ikan di wilayah laut tersebut. Insiden ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm tentang meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI di jalur maritim internasional," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (13/1/2025).

Komisi I mendorong Kementerian Luar Negeri segera mengintensifkan koordinasi dengan otoritas setempat di Gabon untuk memastikan keselamatan dan kepulangan para korban.

Komisi I juga menegaskan pentingnya perlindungan WNI di luar negeri dengan langkah-langkah preventif.

"Kami juga menegaskan pentingnya perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk langkah-langkah preventif membangun mekanisme early warning dan task force tanggap krisis dengan dukungan antarinstansi. Tidak hanya untuk menanggapi insiden yang terjadi, tetapi juga untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan," ujar Amelia.

Ia mengaku akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk agar pemerintah memastikan hak dan keselamatan WNI yang menjadi korban.

Selain itu, mendorong pemerintah memperkuat diplomasi perlindungan dan kerjasama internasional dalam mengatasi ancaman bajak laut.

"Dengan kondisi keamanan global yang kurang kondusif saat ini, sudah sepatutnya kita mengintensifkan keamanan laut kita, guna mengantisipasi gangguan pada rantai pasok negara kita," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan media setempat pada Senin (12/1/2026), empat warga negara Indonesia (WNI) dan lima WN China yang bekerja di kapal penangkap ikan Gabon dilaporkan menjadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon, Afrika tengah.

"Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB Fish 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon," kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24.

Saat membacakan pernyataan Kementerian Pertahanan Gabon, Meyong menyampaikan, dalam serangan tersebut, para pelaku yang terdiri dari tiga pria bersenjata menculik sembilan awak kapal yang terdiri dari lima WN China dan empat WNI.

Sementara itu, enam awak kapal lainnya yang terdiri dari WNI, WN China, dan WN Burkina Faso, bertahan di atas kapal ikan mereka.

Setelah ditemukan, kapal yang dibajak tersebut diamankan dan dikawal personel keamanan hingga pelabuhan di ibu kota, menurut pernyataan pemerintah Gabon.

"Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim," kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: