Warga Protes RDF Rorotan, Pemprov DKI Sebut Penutupan Bukan Solusi Mudah

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:00 WIB
RDF Rorotan (Foto/Wika)
RDF Rorotan (Foto/Wika)

BeritaNasional.com -  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendapat protes dari warga terkait keberadaan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta di Rorotan Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026). 

Warga meminta Pemprov DKI menutup fasilitas pengelolaan sampah tersebut karena dinilai menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan.

Menanggapi hal itu, Pramono menjelaskan RDF Rorotan hingga kini belum beroperasi penuh karena persoalan armada pengangkut sampah yang belum memadai. 

Kondisi tersebut menyebabkan air lindi dari truk pengangkut sampah menetes di jalan dan menimbulkan bau tidak sedap yang memicu keluhan warga.

"Jadi yang untuk RDF Rorotan memang problem utamanya adalah angkutan. Jadi sekarang ini begitu angkutan dilakukan, ada air lindinya jatuh, netes-netes, inilah yang kemudian menyebabkan protes masyarakat," kata Pramono di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.

Pramono berujar, proses persiapan pengoperasian atau commissioning RDF Rorotan telah dilakukan beberapa kali.

Uji coba pengolahan sampah hingga 500 ton per hari di fasilitas tersebut tidak menimbulkan persoalan berarti.

"Masalahnya adalah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan," terangnya. 

Ia menjelaskan, Pemprov DKI telah melakukan pengadaan truk pengangkut sampah baru pada 2025. 

Dengan penggunaan truk compactor tersebut, persoalan air lindi yang menetes diharapkan tidak lagi terjadi.

"Yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan, dan mudah-mudahan, untuk sementara ini saya minta untuk di-stop. Mudah-mudahan ini akan bisa mengatasi persoalan transportasi sampah yang ada di Rorotan ini," ungkapnya. 

Dalam dialog tersebut, seorang warga sempat menyela dan menyampaikan keluhan uji coba RDF Rorotan telah berdampak pada kesehatan dan kondisi psikologis warga sekitar. Warga tersebut meminta agar RDF Rorotan ditutup.

"Kami minta RDF itu ditutup Pak, karena dari awal, Pak, saya saya ngomong," kata dia sambil menangis.

Menjawab hal itu, Pramono menegaskan RDF Rorotan bukan dibangun pada masa kepemimpinannya. 

Meski demikian, ia menilai fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi persoalan sampah di Jakarta.

"Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi, enggak mungkin"

Meski menolak opsi penutupan, Pramono menyatakan Pemprov DKI akan tetap mendengarkan aspirasi warga dan berupaya menyelesaikan permasalahan yang muncul terkait operasional RDF Rorotan. 

Ia kembali berharap solusi yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan pengelolaan sampah sekaligus kenyamanan masyarakat sekitar.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: