Bikin Furniture untuk Sekolah, Pria di Dekai Yahukimo Papua Dibunuh OTK Bersenjata

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 03 Februari 2026 | 10:55 WIB
TKP Pria di Dekai Yahukimo Papua dibunuh OTK bersenjata (Beritanasional/Bachtiar)
TKP Pria di Dekai Yahukimo Papua dibunuh OTK bersenjata (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Aksi teror penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan memakan korban jiwa. Korban, Daniel Datti (41) yang harus meregang nyawa akibat menjadi korban dari teror, Senin (2/2/2026) kemarin.

Teror itu terjadi sekira pukul 09.00 WIT di lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai di mana korban sebagai pengrajin furniture kala itu sedang membuat perlengkapan meja dan kursi untuk sekolah tiba-tiba mendengar suara tembakan.

“Korban sempat berupaya menyelamatkan diri menuju ruangan guru, namun dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata. Satu membawa senjata rakitan panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya merekam menggunakan telepon genggam,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).

Nahas, Daniel pun terjebak di dalam ruangan guru. Di sana Daniel mendapatkan tindakan kekerasan hingga tewas. Setelah itu para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala, punggung, dan kedua lutut,” jelasnya.

Selain korban jiwa, kejadian penyerangan tersebut juga disertai pengrusakan kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi serta kerusakan kaca belakang sebuah mobil berwarna merah akibat lemparan batu. 

Menerima laporan, personel Satreskrim Polres Yahukimo langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti. 

Jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum oleh tim medis. Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian dan dari pihak rumah sakit, termasuk serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga proyektil.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Faizal menegaskan bahwa kehadiran aparat di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli dan langkah pengamanan terbuka maupun tertutup guna mencegah aksi kekerasan serupa.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan pihaknya juga menjalin koordinasi dengan pihak sekolah serta tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap identitas pelaku yang saat ini masih berstatus dalam penyelidikan. 

“Aparat memastikan proses hukum berjalan dan situasi keamanan di Dekai tetap dikendalikan agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berlangsung dengan aman,” jelasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: