KPK Panggil Plt Gubernur hingga Sekda Riau Terkait Kasus Korupsi Abdul Wahid
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Plt Gubernur Riau SF Hariyanto hingga Sekda Riau Syahrial Abdi untuk diperiksa oleh tim penyidik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan keduanya dipanggil terkait dugaan kasus korupsi berupa pemerasan, pemotongan anggaran, dan gratifikasi di lingkungan Pemprov Riau.
"Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan korupsi terkait anggaran proyek di Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Selain SF Hariyanto dan Syahrial Abdi, KPK juga memanggil 14 saksi lainnya ke kantor perwakilan BPKP Provinsi Riau untuk diperiksa secara intensif.
"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau," tuturnya.
Berikut 16 saksi yang diperiksa KPK:
- Marjani – ADC Gub. Riau, Februari 2025–sekarang
- Ade Agus Hartanto – Bupati Indragiri Hulu
- Purnama Irawansyah – Plt. Ka Bappeda Prov. Riau
- Hatta Said – Swasta
- Tata Maulana – Swasta (TA Gub. Riau)
- S.F. Hariyanto – PJ. Gub Prov. Riau
- Khairil Anwar – Ka UPT I
- Syahrial Abdi – Sekda Riau
- Thomas Larfo – ASN Pemprov. Riau
- Fauzan Kurniawan – Swasta
- Ferry Yunanda – Sekdis PUPR Riau
- Ardi Irfandi – Ka UPT Wil. II Dinas PUPR Riau (ex)
- Eri Ikhsan – Ka UPT Wilayah III Dinas PUPRPKPP Prov. Riau
- Ludfi Hardi – Ka UPT Wilayah IV Dinas PUPRPKPP Prov. Riau
- Basharuddin – Ka UPT Wilayah V Dinas PUPRPKPP Prov. Riau
- Rio Andriadi Putra – Ka UPT Wilayah VI Dinas PUPRPKPP Prov. Riau
Pada November 2025, KPK melakukan OTT di Provinsi Riau terkait proyek strategis daerah. Operasi ini menyeret Abdul Wahid, Gubernur Riau, sebagai tersangka.
Selain Abdul Wahid, KPK menetapkan Muhammad Arief Setiawan selaku Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, Ferry Yunanda selaku Sekretaris Dinas PUPRPKPP, Tata Maulana sebagai orang kepercayaan gubernur, serta Dani M. Nursalam sebagai tenaga ahli.
Konstruksi perkara mengungkap dugaan pemerasan, pemotongan anggaran, serta penerimaan gratifikasi dalam proses pengelolaan proyek daerah.
Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12 huruf f dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







