Jepang Batalkan Festival Bunga Sakura Imbas Kelakuan Buruk Wisatawan
BeritaNasional.com - Pemerintah Fujiyoshida, Jepang tengah, membatalkan Festival Bunga Sakura Taman Arakurayama Sengen, Prefektur Yamanashi dengan alasan kekawatiran warga tentang kepadatan wisatawan dan perilaku mereka yang mengganggu warga setempat.
Melansir Kyodo News, pembatalan festival ini diumumkan sejak Selasa (4/2/2026) lalu. Meskipun festival ini sudah digelar selama 10 tahun terakhir dan menarik sekitar 200.000 pengunjung setiap tahun dengan pemandangan Gunung Fuji.
Namun, kondisi melemahnya yen Jepang dan maraknya informasi tentang festival ini di media sosial, terjadi peningkatan pesat jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Jepang. Kota ini pun kesulitan menangani masuknya lebih dari 10.000 pengunjung per hari selama puncak musim bunga sakura.
Pemerintah kota setempat juga kesulitan dengan insiden perilaku buruk para wisatawan yang telah menjadi hal biasa dan mengancam mata pencaharian penduduk.
Masalah sanitasi pun menjadi salah satu alasan di balik keputusan ini. Pasalnya, ada insiden wisatawan yang masuk ke rumah-rumah pribadi warga untuk menggunakan toilet, serta kasus wisatawan buang air di halaman pribadi dan menyebabkan gangguan ketika ditegur oleh penduduk.
Kemudian, pemerintah kota menjelaskan, orang tua dan warga juga menyampaikan kekhawatiran mereka tentang keselamatan anak-anak yang menggunakan jalur sekolah, karena terdesak oleh pengunjung yang memadati trotoar.
Meskipun Fujiyoshida tidak akan menyelenggarakan festival tersebut sebagai acara resmi atau mengunggah festival tersebut di situs web pariwisatanya, kota ini tetap bersiap untuk peningkatan jumlah pengunjung selama musim bunga sakura di bulan April.
Fujiyoshida berencana untuk meningkatkan keamanan di area tersebut, menyediakan tempat parkir sementara dan toilet portabel, sebagai bagian dari langkah-langkah mereka untuk mengendalikan kemacetan dan mengurangi beban warga setempat.
Sebagai informasi, Taman Arakurayama Sengen adalah tempat populer untuk melihat Gunung Fuji, terutama di musim semi, ketika pengunjung dapat mengambil foto bunga sakura yang mekar di sekitar pagoda lima lantai dengan latar belakang gunung. Pengunjung rela mengantre hingga tiga jam untuk mencapai tempat foto tersebut selama puncak musim.
Namun, Wali Kota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi mengatakan, Gunung Fuji bukan hanya objek wisata mengingat warga sekitar yang justru terancam.
“Saya merasakan krisis yang mendalam saat menyaksikan kenyataan bahwa, di balik pemandangan yang indah ini, kehidupan tenang warga kita sedang terancam,” katanya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







