Saling Menghormati, Warga Muhammadiyah Langsungkan Salat Tarawih Malam Ini
BeritaNasional.com - Warga Muhammadiyah mulai melangsungkan salat Tarawih malam ini (17/2/2026) karena keputusan penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah (H) yang telah ditentukan jatuh pada Rabu (18/2/2026).
Salah satunya pelaksanaan salat Tarawih di Masjid Darul Ulum UHAMKA di Jalan Tanah Merdeka, Rambutan, Jakarta Timur, yang dihadiri sekitar 250 jemaah malam ini.
“Persiapan salat sendiri sudah dilakukan sedari sepekan sebelumnya. Masjid dibersihkan dan di tata ulang untuk kenyamanan jemaah, serta mengganti penerangan masjid agar lebih terang,” kata marbut Masjid Darul Ulum Uhamka Muhammad Irfan kepada Beritanasional.com pada Selasa (17/2/2026).
Diketahui, imam salat Tarawih perdana akan dipimpin Ustaz Dr. Rizky Amrillah, M.Ed selaku wakil dekan III Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA. Lalu, kultum akan diisi Ustaz Dr. Muhammad Dwi Fajri, M.Pd.I selaku wakil Rektor IV UHAMKA.
Irfan memandang perbedaan dalam menentukan 1 Ramadan adalah bagian dari keyakinan. Hal ini menyangkut perbedaan 1 Ramadan antara Muhammadiyah dengan Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU).
“Sikap yang harus ditunjukkan adalah saling menghormati masing-masing pendapat tersebut, bukan untuk saling menyalahkan satu sama lain,” jelasnya.
Secara terpisah, Widyastuti (32), warga Muhammadiyah, yang melangsungkan salat Tarawih di Masjid Al Mujahidin, Beji, Depok, Jawa Barat, merasa bersyukur karena momen awal Ramadan bisa salat dengan keluarga.
“Alhamdulillah masih bisa melaksanakan kembali solat tarawih bersama anak,” ujar Widyastuti saat dihubungi.
Terkait perbedaan antara penetapan 1 Ramadan, Widyastuti merasa hal itu bukan sebuah yang perlu diperdebatkan. Sebab, prinsipnya, semua umat muslim wajib menjalankan puasa untuk mendapat rida Allah SWT.
“Ya, kalau berbeda tidak apa-apa, yang penting masih bisa menjalankan ibadah puasa. Semoga apa yang saya cita-citakan dan inginkan bisa tercapai di tahun ini, terutama bisa berangkat ibadah umrah bersama suami,” tuturnya.
Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir menjelaskan penetapan awal Ramadan 1447 H yang jatuh pada Rabu (18/2/2026) memunculkan diskusi kritis di tengah masyarakat, khususnya terkait penggunaan posisi hilal di Alaska sebagai rujukan.
Ia menilai pertanyaan publik mengenai perbedaan waktu kemunculan hilal merupakan hal yang wajar dalam transisi menuju sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
“Penetapan awal Ramadan 1447 H yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, telah memantik diskusi kritis di tengah masyarakat, khususnya terkait penggunaan posisi hilal di kawasan Alaska sebagai rujukan,” ujar Rofiq yang dikutip dari laman resmi Muhammadiyah pada Selasa (17/2/2026).
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







