Menag Bakal Samakan Metode Penetapan Ramadan, Sunggung Awal Kemerdekaan Selalu Kompak

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 17 Februari 2026 | 22:36 WIB
Konferensi Pers Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447H di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Konferensi Pers Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447H di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berupaya menyatukan metode penetapan 1 Ramadan. Ia akan menemui seluruh ormas Islam serta para ahli untuk mendengarkan pendapatnya masing-masing.

"Saya kira pertama kali selaku menteri agama akan menjadi pendengar aktif dulu kepada seluruh ormas yang ada. Dan, kita akan mendatangi, mendengarkan secara aktif, dan dengan demikian kita nanti juga akan punya konsep-konsep, dan kita juga akan mendengarkan para pakar dalam bidangnya masing-masing," ujar Nasaruddin saat konferensi pers sidang isbat di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Nasaruddin optimistis ke depan bisa menyatukan pandangan semua pihak terkait penetapan 1 Ramadan atau awal ibadah puasa. Masing-masing metodologi diyakini bisa saling menyesuaikan.

Nasaruddin pun mengungkit, pada awal masa kemerdekaan, seluruh pihak bisa kompak dalam penetapan 1 Ramadan. Karena itu, titik temu antara semua pihak bisa dicari.

"Karena faktanya, sekian puluh tahun awal Indonesia merdeka itu selalu kompak. Kenapa belakangan ini ada perbedaan? Nah ini yang perlu kita carikan titik temunya. Dan insyaallah selaku menteri agama, saya akan sowan kepada tokoh-tokoh yang memiliki otoritas untuk membicarakan hal ini," kata Nasaruddin.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis (19/2/2026). 

Namun, ormas Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026. Ada perbedaan awal bulan puasa antara pemerintah dengan Muhammadiyah. Perbedaan ini kerap terjadi hampir setiap tahun.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: