Dirut TVRI Dikabarkan Mundur, Komisi VII DPR Tunggu Penjelasan Resmi
BeritaNasional.com - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyatakan pihaknya belum menerima keterangan resmi terkait pengunduran diri Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno. Ia menyebut informasi tersebut justru diperoleh dari pemberitaan media.
“Kami belum mendapatkan keterangan resmi. Saya dengar memang sudah mundur. Katanya, Pak Imannya sakit. Sakitnya apa? Saya belum tahu. Harus ditanya lagi,” ujar Saleh dalam keterangannya.
Menurutnya, Komisi VII masih perlu melakukan konfirmasi langsung kepada pihak TVRI untuk memastikan kabar tersebut. Ia menilai klarifikasi dari Dewan Pengawas (Dewas) TVRI sangat diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Berkenaan dengan pengunduran diri tersebut, kami meminta agar pihak Dewas TVRI untuk melakukan klarifikasi. Klarifikasi sangat diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” katanya.
Saleh menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku, pengangkatan Direktur Utama TVRI dilakukan oleh tim seleksi yang dibentuk oleh Dewas. Karena itu, Dewas perlu memperoleh informasi yang akurat dan terkini sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Dewas memiliki waktu paling sedikit 14 hari untuk melakukan klarifikasi. Kalau semuanya dinilai tidak ada masalah, Dewas bisa mengambil langkah selanjutnya, termasuk memilih dirut TVRI yang baru,” tegasnya.
Komisi VII, lanjut Saleh, berharap pengunduran diri tersebut tidak memengaruhi kinerja lembaga penyiaran publik tersebut, terlebih TVRI tengah mempersiapkan penyiaran Piala Dunia 2026.
“Semua direksi yang ada sudah semestinya dapat melaksanakan tugas-tugas pokok yang ditangani dirut selama ini. Mungkin lebih mudah mengangkat pelaksana tugas (Plt). Dengan begitu, tetap ada hirarki birokrasi di TVRI. Kita doakan semuanya berjalan dengan baik,” pungkasnya.

EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







