Uni Eropa Siap Turun Tangan Redam Ketegangan di Timur Tengah

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan) bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto/Tim Media Prabowo)
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan) bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto/Tim Media Prabowo)

BeritaNasional.com - Uni Eropa (UE) menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran aktif dalam meredakan situasi yang memanas di kawasan Timur Tengah. 

Blok negara-negara Eropa ini mendesak semua pihak untuk segera melakukan de-eskalasi dan kembali ke meja perundingan.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Presiden Dewan Eropa Antonio Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam keterangan tertulis bersama pada Senin (9/3/2026) waktu setempat usai menggelar konferensi video dengan sejumlah pemimpin dari kawasan Timur Tengah.

Uni Eropa menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap memberikan bantuan dalam bentuk apa pun demi mengembalikan stabilitas di wilayah tersebut.

"Uni Eropa siap berkontribusi dengan segala cara yang memungkinkan untuk membantu meredakan situasi dan memfasilitasi kembalinya proses negosiasi," ungkap Costa dan Von der Leyen dalam pernyataan tersebut.

Kedua pemimpin tertinggi Uni Eropa ini menggarisbawahi bahwa tidak ada solusi militer yang permanen untuk konflik yang terjadi. 

Menurut mereka, dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan untuk masa depan yang damai.

Selain mendorong perundingan, Von der Leyen dan Costa menegaskan kembali komitmen Uni Eropa terhadap stabilitas regional di Timur Tengah. Poin utama yang menjadi sorotan adalah aspek kemanusiaan.

Uni Eropa secara khusus menyerukan perlindungan warga sipil yang menjadi korban paling terdampak dalam konflik. Lalu, penghormatan penuh terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: