Komisi III DPR Minta Masyarakat Hati-hati Pakai AI untuk Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 16 Maret 2026 | 13:28 WIB
Komisi III DPR meneberikan keterangan kepada wartawan terkait penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Komisi III DPR meneberikan keterangan kepada wartawan terkait penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Komisi III DPR RI meminta masyarakat hati-hati menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menelusuri video penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Beberapa hari belakangan, beredar foto pelaku penyerangan yang diambil dari video dan diperbaiki kualitas gambarnya menggunakan teknologi AI.

Ketua Komisi III Habiburokhman menilai, hal ini bisa membahayakan karena membuat kebingungan masyarakat. Ia khawatir bisa menimbulkan kesalahpahaman dan korban salah sasaran karena gambar yang dibuat oleh AI.

"Saya pikir bisa bahaya ya AI ini apa namanya apabila kita biarkan ya, bahkan kita ikut menyebarkan karena bisa membingungkan masyarakat," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/3/2026).

"Yang saya khawatirkan bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ada orang yang mirip begitu digebukin rame-rame nanti kan," tegasnya.

Habiburokhman juga meminta kepada Polri, khususnya bidang humas untuk menjelaskan kepada publik setiap perkembangan informasi yang tidak tepat.

Politikus Partai Gerindra ini sempat tertipu dengan foto pelaku yang dibuat dari AI. Informasi dari kepolisian, sampai saat ini belum ada foto pelaku yang beredar.

"Saya aja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran ya, ternyata saya cek, saya telepon, 'Oh itu AI pak', kata temen-temen di Polri. Jadi apalagi di masyarakat ya," ujarnya.

Maka itu, Polri diminta responsif terhadap masalah penggunaan AI tersebut.

Habiburokhman juga mengapresiasi antusiasme publik yang menginginkan pelaku bisa segera tertangkap. Namun, ia mengingatkan jangan sampai niat baik itu justru menjadi masalah di kemudian hari.

"Niatnya itu pasti, ya kan nggak ada niat lain-lain masyarakat, niat yang baik tapi berhati-hati jangan sampai niat baik kita justru menjadi masalah lain," ujarnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: