Polisi Ungkap Wanita di Depan Istana Merdeka Alami Depresi karena Masalah Keluarga
BeritaNasional.com - Polisi mendapati adanya faktor depresi dialami seorang wanita berinisial JSLP (20) yang hendak melakukan percobaan bunuh diri di depan area Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2026) malam.
Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia menyebut depresi dialami JSLP ditemukan setelah petugas melakukan pemeriksaan psikologi.
“Motifnya sih sebenarnya, dia (korban) punya permasalahan keluarga. Satu, dia permasalahan keluarga besarnya dia, maksudnya (dengan) orang tuanya gitu kan," ujar Rita kepada wartawan Rabu (25/3/2026).
Selain masalah keluarga, lanjut Rita, JSLP juga didapati masalah psikologis pribadi. Hal itu menjadi faktor penyebab depresi yang dialaminya hingga mencoba melakukan bunuh diri.
"Terus yang kedua, permasalahan iternalnya dia, pribadi dia. Jadi memang terlalu banyak ya permasalahan sehingga dia depresi," tutur dia.
Dari hasil pemeriksaan, Rita mengatakan pihaknya juga menemukan riwayat perawatan kejiwaan JSLP dari RSCM sesuai buku kontrol pasien yang tersimpan di dalam tas miliknya.
“Dari barang-barang yang dibawa, terdapat buku kontrol pasien atau rekam medis kejiwaan,” jelasnya.
Adapun upaya bunuh diri JSLP diduga hendak menggantung diri menggunakan seutas tali yang telah dibuat simpul. Namun untuk lokasinya belum bisa dipastikan apakah ingin dilakukan di depan area Istana Merdeka atau di tempat lain.
“Talinya sudah dalam kondisi siap digunakan. Namun, kami belum mengetahui akan digunakan di mana,” ujarnya
Sebelumnya upaya bunuh diri dari JSLP berhasil dicegah Anggota Paspampres yang saat itu melihat gerak-gerik mencurigakan di depan pagar Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Minggu (22/3/2026).
Kasus ini pun telah ditangani Sat Perlindungan Perempuan dan Anak) dan PPO (Pemberantasan Perdagangan Orang) Polres Metro Jakpus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap wanita tersebut.
Sementara dari informasi yang dihimpun lewat media sosial, JSLP diduga merupakan korban kekerasan seksual seorang pria selaku aparatur sipil negara (ASN). Namun terkait informasi itu masih terus didalami petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







