Kemenhaj Siapkan 6.000 Bus untuk Layani Jemaah Haji Indonesia di Madinah

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 22 April 2026 | 16:31 WIB
Kemenhaj Sediakan 6.000 Armada Bus. (Foto/Kemenhaj)
Kemenhaj Sediakan 6.000 Armada Bus. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah memastikan kesiapan layanan transportasi darat bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 dengan menyiapkan ribuan armada bus untuk melayani mobilitas jemaah di Madinah.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin seluruh pergerakan jemaah sejak kedatangan kloter pertama pada 22 April 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, mengatakan pada musim haji tahun ini Kemenhaj bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi guna mendukung layanan angkutan jemaah.

“Armada yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 bus dengan tipe bus besar yang nyaman untuk perjalanan jemaah,” ujarnya dikutip dari laman Kemenhaj, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, meski menggunakan bus berkapasitas besar, pengaturan jumlah penumpang tetap dilakukan secara ketat agar tidak melebihi batas ideal kenyamanan. Setiap rombongan akan diatur agar tidak lebih dari 42 jemaah per bus.

Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan sistem pendataan terstruktur untuk setiap rombongan jemaah, mulai dari data asal embarkasi, jumlah jemaah, hingga pembagian armada bus yang digunakan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan serta memperlancar koordinasi di lapangan.

Dari sisi alur pergerakan, jarak tempuh dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz menuju hotel di Madinah diperkirakan hanya sekitar satu jam perjalanan. Karena itu, koordinasi antara petugas di bandara dan sektor pemondokan dilakukan secara intensif.

“Begitu jemaah diberangkatkan dari bandara, informasi langsung kami terima agar tim di hotel dapat menyiapkan penyambutan,” jelasnya, saat berada di Kantor Daker Madinah, Selasa (21/04).

Ia menambahkan, Kemenhaj juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terdapat jemaah yang tertinggal dalam rombongan, baik di hotel maupun di titik pergerakan lainnya.

“Jika ada jemaah yang tertinggal, kami siapkan kendaraan operasional tambahan untuk menjemput dan memastikan mereka tetap terlayani dengan baik,” tambahnya.

Dengan dukungan ribuan armada bus serta sistem pengelolaan transportasi yang lebih terstruktur, Kemenhaj berharap layanan mobilitas jemaah haji Indonesia di Madinah dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: