Tak Hanya Australia, India dan Filipina Minat Beli Pupuk Urea Indonesia

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 23 April 2026 | 14:50 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Foto/Bakom RI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Foto/Bakom RI).

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, India dan Filipina juga berminat membeli pupuk urea dari Indonesia. Sebelumnya, pemerintah baru saja menyetujui ekspor tahap awal ke Australia sebanyak 250 ribu ton.

“Pupuk kita mengalami surplus sehingga beberapa negara, seperti India, Filipina, maupun Australia meminta kepada Indonesia,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).

Menurut Airlangga, tingginya minat sejumlah negara dipicu harga pupuk Indonesia yang kompetitif. Kondisi itu didukung kebijakan pemerintah yang menetapkan harga gas bagi industri pupuk sekitar USD 6 per MMBTU guna menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET).

Meski demikian, hingga kini pemerintah baru memberikan persetujuan ekspor ke Australia. 

“Jadi, Indonesia punya resiliensi di sektor pangan, terutama karena dari segi pupuk urea juga aman,” jelas Airlangga.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut, India, Filipina, Thailand, dan Brasil juga berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia dengan total volume mencapai 1 juta ton.

Produksi urea nasional saat ini tercatat 7,8 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton. 

Pemerintah menyatakan, ekspor dilakukan dengan tetap menjaga pasokan pupuk bagi petani domestik.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: