Pemerintah Desak PBB Investigasi Tewasnya Prajurit Penjaga Perdamaian di Lebanon

Oleh: Lydia Fransisca
Minggu, 26 April 2026 | 14:30 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela (Beritanasional/Lydia)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela (Beritanasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh atas gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia yang tergabung dalam personel Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan, Indonesia meminta penyelidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk mengungkap fakta di lapangan.

“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” kata Nabyl dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Adapun Praka Rico meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif hampir sebulan akibat luka serius yang diderita dalam ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret lalu.

"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” ujar Nabyl.

Pemerintah pun, lanjut Nabyl, memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum dan tengah berkoordinasi untuk pemulangan jenazah.

"Pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan," ucap Nabyl.

"Negara hadir untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia," katanya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: