KAI Pasang Palang Sementara di Bekasi Timur, Lokasi Taksi ‘Hijau’ Mogok

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:45 WIB
KAI Pasang Palang Sementara di Bekasi Timur, Lokasi Taksi ‘Hijau’ Mogok. (Foto/KAI Daop 1)
KAI Pasang Palang Sementara di Bekasi Timur, Lokasi Taksi ‘Hijau’ Mogok. (Foto/KAI Daop 1)

BeritaNasional.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta telah mengambil langkah inisiatif untuk memasang palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86, Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat (Jabar).

Perlu diketahui perlintasan sebidang JPL 86, Jalan Ampera adalah titik lokasi taksi listrik ‘hijau' yang mengalami mogok hingga tertemper KRL rute Cikarang- Jakarta. Disusul kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL rute Jakarta-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

“Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dikutip Minggu (3/5/2026).

Karena masih bersifat sementara, Franoto menekankan bahwa fasilitas palang pintu yang terpasang saat ini belum bersifat permanen dan tidak bisa disamakan dengan palang pintu resmi.

“Perlu kami sampaikan bahwa yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu perlintasan resmi. Ini merupakan bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan,” ucap dia.

Dalam pelaksanaannya, palang pintu sementara tersebut akan dijaga melalui swadaya masyarakat setempat yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Jika tidak ada penjagaan, palang pintu wajib diposisikan dalam keadaan tertutup sebagai langkah pengamanan.

Skema pengoperasian itu telah disampaikan PT. KAI melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi dan pihak Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

“Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama , KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan tersebut,” kata dia.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada saat melintasi perlintasan kereta api, baik yang dijaga maupun tidak dijaga, dengan cara berhenti sejenak dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.

“Karena kondisi tanpa penjagaan sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” sambung Franoto.

Disisi lain, diharapkan solusi permanen bersama para pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah untuk segera merealisasikan pembangunan flyover atau underpass di lokasi tersebut.

“KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama dalam operasional,” tukasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: