KPK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Oleh: Panji Septo R
Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:00 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Beritanasional/Panji)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Haerul Saleh yang meninggal dunia, kemarin.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan BPK merupakan mitra strategis lembaga antirasuah hingga saat ini.

“Pertama, KPK tentu menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK dikutip Sabtu (9/5/2026).

“Kami doakan semoga husnulkhatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tambahnya.

Budi menegaskan rasa duka tersebut juga disampaikan secara kelembagaan KPK kepada BPK yang telah kehilangan Haerul.

“Rasa duka ini juga kami sampaikan secara kelembagaan kepada BPK tentunya sebagai mitra strategis KPK,” katanya.

Hubungan kerja KPK–BPK tidak hanya terkait permintaan perhitungan kerugian keuangan negara untuk mendukung proses penyidikan suatu perkara.

“BPK juga sebagai mitra KPK dalam evaluasi kinerja keuangan ataupun kinerja kelembagaan,” jelas Budi.

Selain itu, kedua lembaga secara rutin berkolaborasi dalam penguatan upaya pemberantasan korupsi di tingkat nasional.

“KPK–BPK juga banyak berkolaborasi dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi,” ujar Budi.

KPK memastikan sinergi kelembagaan tetap berjalan dan menyampaikan penghormatan atas kontribusi Haerul Saleh selama bertugas di BPK.

Sebelumnya, Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal menjelaskan penyebab awal kebakaran yang terjadi di kediaman anggota IV BPK Haerul Saleh di Jakarta Selatan.

Peristiwa yang menewaskan Haerul di kediamannya di jalan  TB Simatupang No 3 Tanjung Barat Jagakarsa tersebut diduga dipicu material mudah terbakar.

Asril menyampaikan indikasi awal kuat mengarah pada keberadaan tiner bekas renovasi rumah di lantai tiga.

“Dugaan penyebab sementara berasal dari tiner sisa renovasi yang mudah menguap dan terbakar,” ujar Asril.

“Saksi melihat asap pekat keluar dari lantai tiga. Begitu mengetahui ada potensi kebakaran, ketua RT langsung menghubungi petugas kami untuk penanganan cepat,” ucapnya.

Informasi diterima petugas pukul 07.53 WIB. Unit pertama tiba di lokasi pukul 08.05 WIB, disusul proses pemadaman yang dimulai dua menit kemudian. 

Api berhasil dilokalisir pada 08.15 WIB dan operasi dinyatakan selesai pukul 08.46 WIB. Total 12 unit dan 48 personel dikerahkan.

Objek yang terbakar mencakup area seluas 5x10 meter pada satu unit rumah tinggal. Tidak ada korban luka, namun satu korban jiwa tercatat meninggal atas nama Haerul Saleh, 49 tahun. 

“Korban ditemukan di dalam area terdampak dan langsung kami evakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Pasar Minggu,” kata Asril.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: