Polda Metro Selidiki Heboh WNA Jepang Terlibat Jaringan Pedofilia di Blok M Jaksel
BeritaNasional.com - Sebuah unggahan yang menceritakan tentang aktivitas jaringan pedofilia diduga melibatkan warga negara asing (WNA) asal Jepang di kawasan Blok M Jakarta Selatan (Jaksel) menghebohkan jagat media sosial.
Dalam unggahan akun X @hunter_tnok yang memperlihatkan beberapa postingan lain dalam bahasa Jepang tentang aktivitas jaringan pedofilia diduga melibatkan anak di bawah umur.
Unggahan itu turut direspon akun X @Enov_Jkt yang geram dengan tindakan tersebut. Unggahan ini telah dilihat lebih dari tiga juta kali yang dalam komentarnya meminta aparat segera menindak para WNA asal Jepang tersebut.
”Gila sih! pelakunya bangga lagi mendokumentasikan aksinya. Tolong @ImigrasiJakarta @Ditjen_Imigrasi cek izin tinggal WNA yang bersangkutan. Jangan kasih ampun buat predator seperti ini,” tulis akun @Enov_Jkt.
Atas kejadian ini, Polda Metro Jaya langsung bergerak melakukan pendalaman. Hingga kini, kasus sedang diselidiki Direktorat Reserse Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta PPO Polda Metro Jaya.
”Polisi harus menjaga ruang-ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak apalagi terkait tentang adanya dugaan eksploitasi anak. Isu yang beredar tentang adanya WNA (Jepang) terkait dengan anak-anak dibawah umur. Ini masih didalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dikutip Selasa (12/5/2026).
Budi mengingatkan bagi masyarakat yang mengetahui kejadian ini bisa langsung melapor melalui layanan darurat 110. Langkah itu, bisa membantu petugas dalam menyelidiki kasus dugaan eksploitasi terhadap anak tersebut.
”Kami menyayangkan jika memang terjadi seperti itu. Tetapi negara harus hadir, bagaimana melindungi perempuan dan anak yang ada di Indonesia. Apalagi kasus ini terkait dengan eksploitasi anak,” katanya.
Maka dari itu, Budi memastikan kasus ini telah menjadi prioritas untuk petugas mengumpulkan data dan mencari informasi yang berawal dari informasi beredar di media sosial.
”Nanti kami akan dalami, yang penting kasus ini akan menjadi prioritas karena kasus ini terkait tentang anak, perempuan dan kaum rentan,” tukasnya.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu





