Kunjungan Trump Dinilai Jadi Kemenangan Diplomatik Besar bagi Xi Jinping

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:00 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Instagram whitehouse)
Presiden China Xi Jinping saat menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Instagram whitehouse)

BeritaNasional.com - Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China pekan ini dinilai menjadi keuntungan diplomatik besar bagi Presiden China Xi Jinping, meski minim menghasilkan kesepakatan konkret terkait teknologi dan perdagangan antara kedua negara.

Beijing disebut tidak membutuhkan hasil nyata dalam jumlah besar untuk menganggap kunjungan tersebut sebagai keberhasilan. China dinilai berhasil memproyeksikan dirinya sebagai kekuatan yang setara dengan Amerika Serikat di panggung global sekaligus mengarahkan arah hubungan bilateral, termasuk dalam isu Taiwan.

Melansir dari CNN.com, Minggu (17/5/2026), selama kunjungan tiga hari Trump ke China, kedua pemimpin tampak menunjukkan hubungan yang hangat dengan berbagai pujian terbuka. Trump bahkan menyebut hubungan AS-China sebagai salah satu hubungan “paling penting” dalam sejarah dunia.

Sebelum pertemuan resmi berlangsung, Trump mengatakan kepada Xi bahwa ia percaya kedua negara akan memiliki “masa depan yang fantastis”. Dalam jamuan makan kenegaraan, Trump juga menyatakan hubungan baik kedua negara dapat menciptakan “masa depan yang lebih makmur” bagi dunia.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi latar bagi pengumuman China mengenai era baru “stabilitas strategis konstruktif” antara dua negara besar itu. Konsep tersebut menekankan kerja sama dan persaingan yang terkendali dibandingkan rivalitas yang memanas seperti tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Xi Jinping menggunakan kesempatan tatap muka dengan Trump untuk menegaskan kembali posisi China terkait Taiwan. Menurut Xi, isu Taiwan merupakan “garis merah” terpenting bagi Beijing dan berpotensi mengganggu hubungan bilateral jika tidak ditangani dengan hati-hati oleh Washington.

Xi disebut memperingatkan bahwa hubungan AS-China akan berada dalam “bahaya besar” apabila Amerika Serikat salah menangani persoalan Taiwan. China sendiri mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak hubungan tidak resmi yang kuat antara AS dan Taipei.

Dalam perjalanan pulang menggunakan Air Force One, Trump mengakui bahwa isu Taiwan, termasuk penjualan senjata AS ke pulau tersebut, dibahas secara rinci bersama Xi. Trump mengatakan akan segera membuat keputusan terkait penjualan senjata tersebut.

Pemerintah China juga disebut sengaja menampilkan berbagai simbol kehormatan dan kemegahan untuk menyambut Trump, mulai dari penghormatan militer hingga akses langka ke kompleks kepemimpinan Partai Komunis China, Zhongnanhai.

Trump turut datang bersama sejumlah CEO perusahaan besar Amerika Serikat. Kepada Xi, Trump menyebut para pengusaha itu hadir untuk “memberikan penghormatan” kepada China dan Xi Jinping.

Bagi Beijing, momen tersebut dipandang memperkuat citra China sebagai kekuatan global yang setara dengan AS. Hal itu juga dinilai menguntungkan Xi Jinping, baik untuk kepentingan domestik maupun dalam upaya memperluas pengaruh China di panggung internasional.

Xi Jinping diperkirakan akan kembali menjadi sorotan internasional dalam beberapa hari mendatang seiring rencana kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China.

Sumber: CNN.comsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: