Heboh Rumah Penulis Ahmad Bahar Didatangi GRIB Jaya, Begini Faktanya

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 19 Mei 2026 | 06:20 WIB
Penulis Ahmad Bahar. (BeritaNasional/TT Peci Miringg)
Penulis Ahmad Bahar. (BeritaNasional/TT Peci Miringg)

BeritaNasional.com - Rumah penulis sekaligus pemilik akun TikTok @pecimiringg_, Ahmad Bahar mengaku telah didatangi sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat (Jabar), Minggu (17/5/2026).

Kejadian itu pun segera ditangani aparat kepolisian yang menerima laporan warga dari layanan 110. Guna menindaklanjuti kabar masa dari GRIB Jaya yang telah mengepung kediaman Ahmad Bahar.

“Pada hari itu (kami) melaksanakan pengecekan pengaduan warga lewat 110 dimana rumah Bapak Ahmad Bahar yang didatangi Pak Hercules," kata Lasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat dihubungi, yang dikutip Selasa (19/5/2026).

Menurut Made, kedatangan massa tersebut dipicu konten yang dibuat Ahmad Bahar yang dianggap para anggota telah merugikan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.

“Terkait konten Bapak Ahmad Bahar yang merugikan Saudara Hercules yang menurut keterangan Bapak Ahmad Bahar handphone kena hacker," jelasnya.

Terkait kabar anak Ahmad Bahar ikut dibawa oleh ormas GRIB Jaya, Made memastikan kalau kondisi anak dari Ahmad Bahar dalam keadaan aman dan sehat.

“Kondisi anaknya (Ahmad Bahar) sudah kembali dalam keadaan sehat. Kondisi anaknya sudah kembali dalam keadaan sehat," ujarnya.

Atas polemik ini, Made menyampaikan pihaknya telah membantu kedua belah pihak melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan hasil kesepakatan berdamai.

“Semalam sudah dibuat surat kesepakatan pernyataan bersama untuk berdamai di Polres Metro Depok," terangnya.

Secara terpisah, DPP GRIB Jaya membantah keras tudingan adanya aksi pengepungan maupun penyanderaan terhadap keluarga Ahmad Bahar. Sebab, kedatangan anggota dengan maksud untuk mengklarifikasi terkait konten video yang dinilai menyerang Hercules.

“DPP GRIB Jaya menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan adanya ‘pengepungan massa’ terhadap rumah Ahmad Bahar sangat berlebihan dan tidak mencerminkan fakta di lapangan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual dalam keteranganya.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan secara persuasif dan tidak bertujuan melakukan intimidasi. Hal itu terbukti dengan koordinasi bersama aparat setempat dan pihak kepolisian.

“Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi (tabayun) atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak H. Hercules Rosario Marshal,” katanya.

“Faktanya, sejak awal kedatangan tim di lokasi hingga proses koordinasi, seluruhnya dikawal dan didampingi langsung oleh Ketua RW setempat bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum,” sambung dia.

Namun, Marcel menyayangkan sikap Ahmad Bahar yang disebut meninggalkan lokasi dan sulit dihubungi saat diminta hadir memberikan klarifikasi langsung.

“Sangat disayangkan, Ahmad Bahar justru memilih melarikan diri, mematikan telepon genggam, dan tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Meski persoalan telah diselesaikan secara damai, Marcel menegaskan GRIB Jaya tetap akan menempuh jalur hukum terkait dugaan doxing dan konten provokatif yang beredar di media sosial (medsos).

“DPP GRIB Jaya memastikan bahwa seluruh persoalan ini—baik konten provokasi maupun jaringan pelaku doxing—akan tetap dikawal secara tegas melalui mekanisme hukum formal di Kepolisian Republik Indonesia,” ujarnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: