Lebih dari 3 Juta Paket Makanan Disiapkan untuk Jemaah Haji Indonesia di Armuzna
BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan pasokan logistik bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 H/2026 M dalam kondisi aman. Pemerintah menyiapkan lebih dari tiga juta paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) guna mendukung kebutuhan konsumsi jemaah selama fase krusial tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji (PEEHU) Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, mengatakan total kebutuhan makanan siap santap bagi seluruh jemaah Indonesia selama Armuzna telah dihitung secara rinci.
“Total RTE yang kita butuhkan untuk fase Armuzna, totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam dua kategori besar,” ujar Jaenal Effendi dilansir dari laman Kemenhaj, Rabu (20/5/2026).
Jaenal menjelaskan, kategori pertama disiapkan untuk kebutuhan utama pada 8 hingga 12 Zulhijah dengan total 1.849.680 paket. Pengadaan makanan tersebut dilakukan melalui kerja sama syarikah Arab Saudi dengan PT Halalan Thayyiban dan Family Food.
Sementara itu, sebanyak 1.232.520 paket lainnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah pada 7, 8, dan 13 Zulhijah. Paket makanan pada fase tersebut diproduksi oleh industri makanan asal Indonesia yang bermitra dengan perusahaan lokal di Arab Saudi.
Menurut Jaenal, percepatan produksi dan distribusi makanan dilakukan sebagai langkah mitigasi pemerintah menghadapi ketidakpastian rantai pasok global akibat situasi geopolitik dan kenaikan harga bahan baku.
“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” tegas Jaenal.
Untuk menjaga kenyamanan jemaah, menu makanan siap santap tersebut disesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Variasi menu yang disiapkan antara lain gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.
“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” imbuhnya.
Selain praktis, Kemenhaj juga memastikan keamanan pangan dari paket makanan tersebut. Jaenal menyebut makanan RTE memiliki daya tahan hingga 18 bulan dan telah melalui pengujian laboratorium sebelum didistribusikan kepada jemaah.
“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” pungkas Jaenal.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







