Southampton Kena Sanksi Berat, Gagal Lolos Playoff Championship

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 00:06 WIB
Gelandang Southampton, Shea Charles. (Foto/IG: Shea)
Gelandang Southampton, Shea Charles. (Foto/IG: Shea)

BeritaNasional.com - Southampton melayangkan protes keras terhadap keputusan Komisi Disiplin Independen yang mencoret mereka dari babak playoff Championship.

Klub asal Inggris itu menilai hukuman yang dijatuhkan “sangat tidak proporsional” dengan pelanggaran yang terjadi.

Keputusan tersebut diumumkan English Football League pada Selasa (19/5/2026) malam, setelah Southampton terbukti melanggar aturan terkait etika kompetisi, termasuk pengintaian sesi latihan lawan dalam kurun 72 jam sebelum pertandingan.

Selain dikeluarkan dari playoff, Southampton juga dijatuhi pengurangan empat poin untuk musim Championship 2026/27. Sanksi ini terkait pelanggaran pengamatan latihan yang melibatkan beberapa tim, termasuk Oxford United, Ipswich Town, hingga Middlesbrough jelang semifinal playoff.

Akibat keputusan itu, Middlesbrough dijadwalkan menghadapi Hull City di final playoff di Wembley Stadium. Namun, status pertandingan masih menunggu hasil banding Southampton yang diproses dan diputuskan dalam waktu dekat.

Southampton Akui Kesalahan, Tapi Keberatan Sanksi

CEO Southampton, Phil Parsons, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para pendukung, pemain, serta klub-klub yang terdampak. Namun ia menegaskan bahwa klub tetap menilai hukuman yang diberikan terlalu berat.

Dalam pernyataan resminya, Parsons menyebut Southampton telah mengakui pelanggaran terhadap regulasi EFL terkait etika kompetisi.

“Kami telah mengajukan banding atas keputusan Komisi Disiplin Independen yang mengeluarkan Southampton dari playoff Sky Bet Championship dan memberikan pengurangan empat poin untuk musim 2026/27. Sebelum membahas banding ini, saya ingin berbicara langsung kepada para pendukung, pemain, dan komunitas sepak bola,” demikian pernyataan klub.

Ia menegaskan bahwa klub bekerja sama penuh dalam proses investigasi dan siap memperbaiki sistem internal agar kejadian serupa tidak terulang.

“Yang terjadi adalah kesalahan. Kami meminta maaf kepada klub lain dan terutama kepada para pendukung Southampton yang setia,” lanjutnya.

Southampton menilai sanksi yang dijatuhkan tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan. Klub bahkan membandingkan kasus ini dengan sejumlah sanksi lain dalam sejarah sepak bola Inggris.

Menurut pihak klub, nilai konsekuensi finansial dari pencoretan playoff jauh lebih besar dibandingkan denda dalam kasus serupa yang pernah terjadi pada klub lain di kompetisi Inggris.

Banding ini juga menyoroti prinsip keadilan dan proporsionalitas dalam penerapan regulasi sepak bola profesional di Inggris.

Dampak ke Final Playoff Championship

Middlesbrough F.C. saat ini menunggu kepastian lawan di final playoff, sementara Hull City A.F.C. tetap disiapkan sebagai kandidat lawan di Wembley.

English Football League memastikan final tetap digelar sesuai jadwal pada Sabtu, meski hasil banding Southampton masih berjalan.

Jika Middlesbrough vs Hull City yang terjadi, laga dijadwalkan kick-off pukul 15.30 waktu setempat. Namun jika Southampton berhasil dipulihkan statusnya, jadwal akan bergeser menjadi 16.30.

Selain klub, perhatian juga tertuju pada pelatih Southampton, Tonda Eckert, yang mengakui adanya instruksi pengamatan latihan lawan. Meski begitu, ia berdalih tidak mengetahui bahwa tindakan tersebut melanggar regulasi yang berlaku di Inggris.

Hingga kini, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) belum menentukan apakah akan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap staf kepelatihan Southampton.

Keputusan akhir banding diperkirakan keluar dalam waktu dekat dan akan menentukan arah akhir dari salah satu kasus paling kontroversial di Championship musim ini.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: