BPK Diharapkan Segera Tuntaskan Audit Dugaan Kredit Rp30,3 Triliun

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 09 Juni 2026 | 07:41 WIB
BPK Diharapkan Segera Tuntaskan Audit Dugaan Kredit Rp30,3 Triliun. (Foto/istimewa)
BPK Diharapkan Segera Tuntaskan Audit Dugaan Kredit Rp30,3 Triliun. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI diminta untuk dilakukannya audit investigatif terhadap dugaan permasalahan kredit perbankan yang diduga melibatkan Kalla Group. 

Aksi ini dilakukan oleh Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) dalam aksi demonstrasi Jilid III di depan gedung BPK RI Jakarta.
Menurut mereka hal ini merupakan bentuk tekanan publik agar lembaga negara melakukan pemeriksaan secara transparan terhadap dugaan kredit bermasalah yang nilainya disebut mencapai puluhan triliun rupiah. 

"Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kepastian hukum dan kepastian pemeriksaan yang terbuka kepada publik,"  kata Al Maun selaku perwakilan KAPAK, Selasa (9/6/2026).

KAPAK menegaskan bahwa aksi yang sudah beberapa kali ini merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap dugaan permasalahan kredit perbankan yang dinilai perlu mendapatkan audit dan pemeriksaan secepatnya dan terbuka.
 
"BPK RI harus menunjukkan keberpihakannya kepada kepentingan rakyat dengan melakukan audit investigatif secara menyeluruh dan independen. Jangan sampai dana perbankan yang bersumber dari kepercayaan masyarakat justru menjadi beban yang pada akhirnya ditanggung publik," tegas dia.

Sementara itu, Biro Humas BPK, Eko Gemini Pranata mengatakan laporan KAPAK telah diteruskan ke unit pemeriksaan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Menindaklanjuti informasi, dokumen, serta laporan yang telah diterima terkait dugaan permasalahan kredit gagal bayar perbankan 5 Bank Himbara sebasar 30,33 Triliun, saat ini telah diteruskan kepada tim/unit pemeriksaan untuk dilakukan penelaahan dan pendalaman lebih lanjut sesuai dengan kewenangan, mekanisme, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya Jusuf Kalla sudah memberikan klarifikasi soal dugaan dugaan kredit macet perusahaannya mencapai Rp30 triliun. Jusuf Kalla menegaskan, kabar tersebut tidak benar dan menilai hanya upaya mendiskreditkan dirinya.

"Perusahaan saya sudah 75 tahun. Tidak satu pun Hadji Kalla pernah kredit macet. Satu kali pun tidak pernah kredit macet," ujar Jusuf Kalla saat konferensi pers di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta beberapa waktu lalu.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: