Trump Klaim AS-Iran Teken Perjanjian Damai Akhir Pekan Ini di Eropa

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 12 Juni 2026 | 11:00 WIB
Gencatan senjata AS-Iran (Beritanasional/Candra)
Gencatan senjata AS-Iran (Beritanasional/Candra)

BeritaNasional.com - Angin segar perdamaian berembus dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pihaknya telah mencapai terobosan besar untuk mengakhiri eskalasi militer dengan Iran yang telah berkecamuk sejak akhir Februari 2026.

Dilansir dari Xinhua News pada Jumat (12/6/2026), Trump menyatakan kesepakatan formal antara kedua negara diperkirakan ditandatangani dalam hitungan hari.

"Kami baru saja meraih kesepakatan besar terkait konflik dengan Iran. Proses penandatanganan dokumen kemungkinan besar akan digelar di Eropa pada akhir pekan ini," ujar Trump.

Ia juga menambahkan Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan hadir langsung dalam prosesi penandatanganan bersejarah tersebut. 

Menurut Trump, draf perjanjian saat ini sudah masuk tahap final dan diperkirakan bakal rampung dengan sangat cepat.

Saat disinggung mengenai respons dari pihak Teheran, khususnya apakah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sudah memberikan lampu hijau, Trump menjawab dengan penuh percaya diri.

"Setahu saya, jawabannya adalah iya," ungkapnya.

Meskipun Trump sempat menggambarkan bahwa kesepakatan ini masih bersifat "konseptual", ia menjamin bahwa nota kesepahaman (MoU) yang dirancang kali ini sangat kuat dan akan benar-benar terealisasi di lapangan.

Teheran Masih Bungkam, Trump Batalkan Serangan Militer

Di sisi lain, pemerintah Iran sejauh ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai apakah mereka telah menyetujui poin-poin persyaratan dari AS. 

Perjanjian ini ditargetkan untuk mengakhiri perang terbuka yang dilancarkan oleh aliansi AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Drama diplomasi ini berjalan sangat dinamis dan menegangkan. Pasalnya, hanya beberapa jam sebelum mengumumkan kabar damai tersebut, Trump sempat bersumpah akan meluncurkan serangan udara ke Iran untuk hari ketiga berturut-turut.

Namun, di menit-menit akhir, sang presiden mendadak membatalkan total rencana pengeboman tersebut demi memberi ruang bagi kesepakatan ini.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: