Gianni Infantino Balas Kritik Piala Dunia 2026: FIFA Sajikan Pertunjukan Terbaik
BeritaNasional.com - Presiden FIFA Gianni Infantino melontarkan kritik keras kepada pihak-pihak yang terus menyoroti penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan panjang yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya dan kanal resmi FIFA, Infantino menilai para pengkritik lebih memilih menyebarkan kebencian dibanding menikmati semangat sepak bola.
Pernyataan itu disampaikan setelah berakhirnya Piala Dunia 2026 yang diwarnai sejumlah kontroversi, mulai dari pembatasan visa Amerika Serikat bagi pendukung dan ofisial beberapa negara peserta, keputusan disiplin terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, hingga penyelidikan terkait harga tiket turnamen.
Infantino menilai para pengkritik telah melewatkan momen kebersamaan yang menjadi esensi sepak bola.
"Kepada Anda semua yang melewatkan momen menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk permainan yang indah ini, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan saya minta maaf karena Anda melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu," tulis Infantino dilansir dari ESPN, Senin (27/7/2026).
"Maafkan aku karena kamu begitu larut dalam kebencian dan kritik sehingga melewatkan semuanya," timpal dia.
Ia juga menegaskan FIFA telah bekerja keras untuk menghadirkan penyelenggaraan turnamen terbaik bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengorganisir, bekerja keras, dan menyajikan pertunjukan terbaik di dunia," jelas dia.
Infantino mengklaim Piala Dunia 2026 berlangsung aman tanpa insiden kekerasan. Menurutnya, sekitar tujuh juta penonton dari lebih dari 200 negara menghadiri pertandingan sepanjang turnamen.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat sebagai tuan rumah bersama, termasuk aparat keamanan dan para sukarelawan yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.
Sebagian besar pernyataan Infantino diyakini merupakan respons atas berbagai kritik yang diterima FIFA selama turnamen berlangsung.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah pembatasan perjalanan Amerika Serikat yang berdampak pada pendukung dan ofisial dari sejumlah negara peserta, seperti Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading. Wasit asal Somalia, Omar Artan, juga dilaporkan gagal memasuki Amerika Serikat setelah visanya ditolak.
Menanggapi hal tersebut, Infantino menilai perhatian publik terlalu terfokus pada kasus penolakan visa dan mengabaikan jutaan pengunjung yang berhasil datang ke turnamen.
"Anda menyebutkan beberapa orang yang visanya ditolak dan mengabaikan jutaan orang yang visanya disetujui, dari seluruh penjuru dunia. Karena sepak bola menyatukan dunia, dan hal itu telah dibuktikan secara mengesankan pada musim panas ini," ucap dia.
Infantino juga menyinggung kritik terhadap sejumlah keputusan disiplin selama turnamen, termasuk pencabutan larangan bermain satu pertandingan bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.
Tanpa menyebut kasus tersebut secara langsung, ia mengatakan keputusan wasit maupun komite disiplin yang diperdebatkan merupakan hal lazim dalam dunia sepak bola.
"Keputusan wasit yang 'dapat diperdebatkan' atau 'putusan disiplin yang 'aneh'" adalah "hal yang rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia."
"Anehnya, negara-negara yang menerapkan praktik-praktik ini justru yang mengkritiknya," tegas dia.
Di akhir pernyataannya, Infantino mengajak para pengkritik untuk melihat sepak bola sebagai sarana yang mampu menyatukan berbagai kalangan.
"Kepada mereka yang menghabiskan waktu dan energinya untuk membenci kami, luangkan waktu sejenak untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola dan benar-benar mengamati wajah, mata, dan emosi mereka," ujarnya.
"Semoga sepak bola mengatasi segala kebencian," imbuhnya.
Sumber: ESPN
PERISTIWA | 16 jam yang lalu
DUNIA | 12 jam yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu



