Pemerintah Targetkan 2.500 Jembatan Gantung Rampung pada Agustus 2026

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 25 Juni 2026 | 10:02 WIB
Pembangunan 2.500 jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia. (FotoTangkapan Layar Unggahan Media Sosial @sekretariat.kabinet).
Pembangunan 2.500 jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia. (FotoTangkapan Layar Unggahan Media Sosial @sekretariat.kabinet).

BeritaNasional.com - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan 2.500 jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia selesai pada Agustus 2026. Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat untuk memperkuat konektivitas hingga daerah terpencil.

Adapun hal itu disampaikan Teddy dalam unggahan video di akun media sosialnya yang memperlihatkan progres pembangunan jembatan gantung pada Minggu (21/6/2026). Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat yang selama ini terhambat kondisi geografis.

"Membangun jembatan, menghubungkan harapan," kata Teddy.

Teddy berujar, Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan jembatan gantung agar konektivitas masyarakat semakin cepat, aman, dan merata.

"Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat," ujar Teddy. 

"Melalui program pembangunan jembatan gantung, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia," tambah dia.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan terus dipercepat melalui sinergi pemerintah, TNI AD, dan masyarakat setempat. 

Menurutnya, jembatan baru dibangun untuk menghubungkan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akibat medan dan keterbatasan akses transportasi.

"Kini, melalui kerja sama pemerintah, TNI AD dan masyarakat, jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau," ucap Teddy.

Selain target 2.500 jembatan pada Agustus 2026, pemerintah juga menargetkan pembangunan hingga mencapai 5.000 jembatan gantung pada akhir tahun mendatang.

Teddy menyebut bahwa keberadaan jembatan gantung telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari mempermudah mobilitas hingga meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan fasilitas publik.

"Dengan hadirnya jembatan gantung, anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, dan masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas publik dengan lebih mudah dan aman," ungkapnya.

Bagi masyarakat di daerah terpencil, lanjut Teddy, jembatan bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka peluang masa depan yang lebih baik.

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: