KPK Selidiki Penyebab Bocornya Informasi OTT di Langkat dan Kuansing
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) tersebar setelah disampaikan oleh pihak-pihak yang dimintai klarifikasi selama penyelidikan.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan dugaan tersebut masih menjadi kemungkinan yang didalami penyidik.
"Jadi, kalau itu bocor, ya mungkin bukan karena bocor, mungkin karena orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi baik ke media atau apa," ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta dikutip Sabtu (4/7/2026).
Taufik menjelaskan, dalam pelaksanaan OTT, tim penyelidik harus turun langsung ke lapangan. Kehadiran petugas KPK di lokasi dimungkinkan diketahui oleh sejumlah pihak sehingga memunculkan dugaan adanya operasi penindakan.
"Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK," ungkapnya.
Ia menegaskan penyelidikan tertutup pada prinsipnya tidak boleh diketahui publik maupun pihak yang menjadi sasaran penyelidikan.
"Terkait untuk penyelidikan tertutup, memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya, tim penyelidik langsung turun ke lapangan," tambahnya.
KPK kini akan menelusuri penyebab informasi mengenai OTT tersebut dapat beredar ketika tim masih menjalankan tugas di lapangan.
Evaluasi juga akan dilakukan guna memperkuat pola kerja penyelidik agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami juga akan lakukan evaluasi apakah pada saat mungkin turun ke lapangan itu tidak bersama-sama atau berombongan gitu satu per satu," kata dia.
"Atau, seperti apa untuk menghindari hal-hal yang mungkin tidak bocor dari dalam, tetapi itu diduga-duga oleh pihak-pihak di luar sehingga kemudian itu sampai informasi ke pihak-pihak yang memang menjadi target kami," tandasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu






