Berencana Kredit Mobil? Begini Cara Hitung Cicilannya agar Engga Boncos
BeritaNasional.com - Bagi sebagian orang memiliki kendaraan pribadi sangat menyenangkan apalagi kendaraan tersebut bisa digunakan untuk mengakut orang banyak atau keluarga. Ya, memiliki mobil tentu menjadi sangat relevan dan sangat dibutuhkan. Namun harga mobil yang tidak murah membuat kita berpikir dua kali untuk memilikinya meski kemudian kebutuhan tersebut tidak bisa dihindari.
Biasanya dalam kondisi seperti ini pada pedagang kendaraan roda empat memberikan kemudahan untuk bisa memiliki mobil. Salah satunya dengan mekanisme cicilan atau kredit. Walau mengambil cara mencicil namun kita tetap harus jelih dalam menerapkannya jangan sampai buntung di kemudian hari hingga akhirnya mobil tersebut dikembalikan.
Berikut cara menghitung kredit mobil dilansir dari laman Pegadaian
Mengapa Menghitung Kredit Mobil Penting?
Cara menghitung kredit mobil bukan hanya untuk mengetahui besarnya cicilan bulanan yang harus dibayarkan. Perhitungan ini juga membantu kamu membuat keputusan keuangan yang lebih bijak sebelum membeli kendaraan.
1. Menghindari Pembelian dengan Biaya Besar Sekaligus
Dengan melakukan simulasi cicilan kredit sejak awal, kamu bisa mengetahui apakah angsuran yang harus dibayar masih sesuai dengan kemampuan finansial. Hal ini penting agar kebutuhan pokok dan dana darurat tetap aman.
2. Memahami Total Biaya Kepemilikan Mobil
Selain harga kendaraan, kredit mobil juga melibatkan besaran bunga, asuransi, dan biaya administrasi. Dengan menghitung seluruh komponen tersebut, kamu dapat mengetahui total biaya yang harus dikeluarkan selama masa kredit.
3. Membantu Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Cicilan kendaraan merupakan komitmen jangka panjang. Perhitungan yang matang membuat kamu lebih mudah mengatur pengeluaran dan target keuangan lainnya di masa depan.
Komponen dalam Kredit Mobil
1. Harga Mobil
Harga on the road (OTR) menjadi dasar utama dalam perhitungan kredit. Semakin tinggi harga kendaraan, semakin besar pula nilai pembiayaan yang dibutuhkan.
2. Uang Muka (DP)
DP atau down payment adalah dana yang dibayarkan pada awal pembelian. Besarannya umumnya berkisar antara 20% hingga 30% dari harga kendaraan.
3. Pokok Pinjaman
Pokok pinjaman merupakan selisih antara harga mobil dan uang muka yang sudah dibayarkan. Nilai inilah yang akan dikenakan bunga kredit.
4. Tenor Kredit
Tenor adalah jangka waktu pembayaran cicilan. Pilihan tenor biasanya mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan.
5. Suku Bunga
Lembaga pembiayaan dapat menerapkan bunga flat, bunga efektif, atau anuitas. Besarnya bunga akan memengaruhi jumlah cicilan bulanan dan total pembayaran.
Cara Menghitung Kredit Mobil
1. Tetapkan Uang Muka
Langkah pertama adalah menentukan harga kendaraan dan besarnya DP yang akan dibayarkan. Contoh:
Harga mobil: Rp320.000.000
DP 25%: Rp80.000.000
Sisa pokok kredit: Rp240.000.000
Semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil pula jumlah cicilan yang perlu dibayarkan setiap bulannya.
2. Pilih Masa Tenor
Setelah mengetahui pokok pinjaman, tentukan tenor yang sesuai dengan kemampuan. Misalnya, jika memilih tenor 48 bulan, maka cicilan akan lebih ringan dibandingkan dengan tenor 24 bulan. Meski begitu, total pembayaran bunga biasanya lebih besar.
3. Pokok Kredit
Besaran pokok kredit diperoleh dari harga kendaraan yang akan dibeli dikurangi uang muka. Contohnya:
Harga mobil – DP = Pokok kredit
Rp360.000.000 – Rp90.000.000 = Rp270.000.000
Jadi, Rp270.000.000 adalah nilai dasar untuk perhitungan bunga dan angsuran yang harus dibayarkan.
4. Suku Bunga
Misalnya, lembaga pembiayaan menawarkan bunga flat 5% per tahun dengan tenor 4 tahun. Maka, perhitungan total bunganya:
5% × Rp270.000.000 × 4 tahun = Rp54.000.000
Total kewajiban pembayaran menjadi:
Rp270.000.000 + Rp54.000.000 = Rp324.000.000
5. Cicilan Mobil Bulanan
Setelah mengetahui total kewajiban pembayaran, cicilan per bulan dapat dihitung dengan membaginya sesuai tenor. Contoh:
Rp324.000.000 ÷ 48 bulan = Rp6.750.000 per bulan
Angka ini hanya simulasi karena setiap lembaga pembiayaan memiliki metode perhitungan yang berbeda.
6. Biaya Asuransi dan Administrasi
Selain besaran cicilan yang harus dipertimbangkan, terdapat biaya tambahan yang perlu diperhitungkan. Contoh:
Premi asuransi 5% dari harga mobil.
Harga mobil: Rp360.000.000.
Maka, biaya asuransinya:
5% × Rp360.000.000 = Rp18.000.000
Lalu, jika ada biaya administrasi sebesar Rp2.500.000, maka biaya tersebut biasanya dibayarkan di awal proses kredit.
7. Total Pembayaran Awal
Biaya awal umumnya terdiri dari DP, cicilan pertama, asuransi, dan jangan lupa administrasi. Contohnya:
DP: Rp90.000.000
Cicilan pertama: Rp6.750.000
Asuransi: Rp18.000.000
Administrasi: Rp2.500.000
Jadi, total pembayaran awal:
Rp90.000.000 + Rp6.750.000 + Rp18.000.000 + Rp2.500.000 = Rp117.250.000
Persiapan Sebelum Mulai Kredit Mobil
1. Memilih Mobil Sesuai Kebutuhan
Pastikan kendaraan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan harian dan kemampuan finansial. Hindari membeli mobil yang melebihi anggaran hanya karena mengikuti tren.
2. Menentukan Anggaran Sesuai Kemampuan Finansial
Hitung seluruh pengeluaran rutin dan pastikan cicilan tidak akan membebani kondisi keuangan bulanan di masa depan.
3. Menyiapkan Uang Muka dan Biaya Tambahan
Selain DP, siapkan dana untuk asuransi, administrasi, pajak, dan biaya lain yang mungkin muncul selama proses pembelian.
4. Memastikan Riwayat Kredit yang Baik
Riwayat pembayaran yang lancar akan meningkatkan peluang pengajuan kredit disetujui oleh lembaga pembiayaan.
5. Memilih Lembaga Keuangan yang Tepat
Bandingkan beberapa pilihan pembiayaan untuk mendapatkan tenor, bunga, dan biaya yang paling sesuai dengan kebutuhan.
6. Memahami Dokumen yang Diperlukan
Persiapkan dokumen seperti KTP, NPWP, slip gaji, KK, dan dokumen pendukung lainnya agar proses verifikasi berjalan lebih cepat.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 19 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







