MenPAN-RB Ingatkan Perusahaan Tak Terjebak Eksperimen AI Tanpa Tata Kelola Jelas
BeritaNasional.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini mengingatkan perusahaan agar tidak terjebak dalam fenomena experimentation trap.
Experimentation trap adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa tata kelola yang memadai.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.
Menurut Rini, transformasi digital harus berjalan seiring dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan Good Government Governance (GGG) agar mampu menghadirkan pelayanan yang berpusat pada masyarakat (human-centered services).
"Meskipun data EY Indonesia 2025 menunjukkan 57 persen perusahaan memprioritaskan Generative AI, banyak yang masih terjebak pada tahap eksperimen tanpa akuntabilitas komersial maupun tata kelola yang jelas," kata Rini, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).
Rini menuturkan pemerintah kini tidak lagi berfokus membangun ribuan aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan mengembangkan Digital Public Infrastructure (DPI) yang terintegrasi melalui digital identity, data exchange, dan digital payment.
"Transformasi digital tidak diukur dari seberapa canggih teknologi yang dibangun, tetapi dari seberapa besar beban masyarakat yang berhasil dikurangi," ujar Rini.
Dalam kesempatan yang sama, CEO sekaligus Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengatakan tata kelola perusahaan kini bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan telah menjadi faktor strategis dalam menjaga keberlanjutan usaha.
"GCG bukan lagi sekadar trofi, melainkan license to operate sekaligus sumber keunggulan strategis. Kegagalan 22 persen perusahaan memenuhi standar tahun ini menunjukkan bahwa tata kelola kini menuntut akuntabilitas yang jauh lebih substantif," ujar Ihsan.
Ihsan menjelaskan, proses penilaian Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 dilakukan secara lebih komprehensif.
Dari 260 perusahaan yang dievaluasi, hanya 202 perusahaan atau 78 persen yang berhasil memenuhi standar penilaian.
Penilaian dilakukan melalui desk research dan media monitoring berbasis data publik terhadap lebih dari sepuluh sektor industri.
Hasil kajian menunjukkan 99,50 persen perusahaan telah mempublikasikan praktik tata kelola melalui kanal resmi perusahaan, 98,02 persen mengungkapkan implementasi GCG dalam laporan tahunan, 85,64 persen menjadikan mitigasi risiko digital sebagai agenda strategis di tingkat direksi, dan 97,52 persen menunjukkan komitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sebanyak 28 perusahaan menerima penghargaan pada ajang Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026.
Penerima penghargaan berasal dari berbagai sektor, di antaranya perbankan, energi, asuransi, telekomunikasi, infrastruktur, pembiayaan, hingga manufaktur.
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





