Komentar Hasto soal Pertemuan RK dan Jokowi di Solo

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 03 November 2024 | 12:46 WIB
Momen pertemuan Mantan Presiden Joko Widodo dan Ridwan Kamil di kediamannya di Solo. (Foto/Ist)
Momen pertemuan Mantan Presiden Joko Widodo dan Ridwan Kamil di kediamannya di Solo. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyindir Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil yang menemui mantan Presiden Joko Widodo. Menurut Hasto, Ridwan Kamil menemui Jokowi karena sedang mengalami kemunduran elektabilitas.

"Di tengah-tengah hasil survei yang menunjukan pasangan RK Itu mengalami penurunan secara drastis, menunjukkan ketidakpercayaan publik yang makin besar, kemudian Pak RK datang ke Pak Jokowi, itu menunjukkan mentalitas kalah," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (3/11/2024).

Hasto menilai, RK menemui Jokowi untuk meminta restu dan pertolongan agar bisa menang Pilkada Jakarta. Hal itu menurutnya tidak disukai oleh anak muda. Karena anak muda suka kandidat yang menawarkan gagasan.

"Budaya restu-restuan itu adalah budaya lama, budaya orde baru. Berbeda dengan budaya anak muda, generasi milenial, gen Z ya mengedepankan prestasi, itu bedanya. Harus turun ke bawah, dengan menampilkan gagasan yang baik, sehingga ketika RK datang ke Pak Jokowi itu menunjukkan sekali lagi mentalitet kalah, mentalitet bukan pejuang," kata Hasto.

Sementara calon gubernur Jakarta yang diusung PDIP, Pramono Anung dan Rano Karno tidak butuh mengikuti langkah RK.

"Maka dari itu, kami makin meyakini Pak Pramono Anung dan Rano Karno akan memenangkan Pilkada Jakarta, karena terus turun ke bawah dan menyapa rakyat dengan gagasan gagasan yang membangun Jakarta sebagai global city," ujarnya.

Hasto menuturkan langkah RK meminta pertolongan Jokowi sudah tak berlaku karena Presiden RI Prabowo Subianto sudah menekankan pentingnya aparat netral pada pilkada serentak 2024.

"Cawe-cawe Jokowi sudah enggak bisa lagi, meskipun kita lihat ada berbagai elemen-elemen aparatur negara yang masih mencoba dikerahkan. Oleh karena itu, jangan takut terhadap intervensi dari aparat negara, karena presiden prabowo sudah mengatakan komitmennya untuk netral,” tuturnya.

“Kalau ada aparatur negara termasuk oknum polisi yang bergerak untuk memenangkan pasangan calon tertentu, itu artinya berseberangan dengan garis kebijakan Presiden Prabowo," imbuhnya.

Sebelumnya, Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil (RK) baru saja bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo pada Jumat (1/11/2024).

RK mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk memenuhi undangan dari Jokowi guna bersilaturahmi dan berdialog terkait pengembangan Jakarta ke depannya.

Dalam pertemuan ini, RK mengungkapkan bahwa dia berterima kasih atas kerja sama yang dilakukan selama Jokowi menjadi Presiden RI.

"Saya datang sebagai yang dulu membantu Pak Jokowi ya sebagai Gubernur Jawa Barat, per hari ini juga masih Kurator IKN. Bertanya tentang pengalaman beliau khususnya yang teknis tentang Jakarta karena Pak Jokowi kan dulu Gubernur Jakarta juga, untuk membekali saya dengan hal-hal terkait Jakarta, masa depannya seperti apa," kata Ridwan Kamil kepada wartawan.

"Sebenarnya juga ke Pak Jokowi saya belum mengucapkan terima kasih ya secara pribadi, baru secara fisik dapat bertemu sekarang," lanjut RK.sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: