Eks Pengacara Anak Bos Prodia Absen Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

BeritaNasional.com - Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menerima surat permintaan penundaan pemeriksaan yang dilayangkan Evelin Dohar Hutagalung (EDH) mantan pengacara dari anak bos Prodia, Arif Nugroho alias Bastian dan Muhammad Bayu Hartanto.
Alhasil pemeriksaan EDH yang sedianya digelar hari ini sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan mobil di ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya lantai 1 pun ditunda.
“Permohonan penundaan permintaan keterangan, dikarenakan adanya schedule pekerjaan yang sudah terjadwal sebelumnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keteranganya, Rabu (26/2/2025).
Maka dari itu, Ade Ary mengatakan dengan adanya penundaan itu. Dari EDH telah menyatakan akan memenuhi panggilan pemeriksaan pada Rabu (5/3/2024) pekan depan.
“Tersangka EDH akan datang untuk memberikan keterangannya di hadapan penyidik. Tanpa dipanggil lagi pada hari Rabu, tanggal 5 maret 2025,” jelasnya.
Peran EDH Berujung Etik Polisi
Sebelumnya perlu diketahui kalau peran dari EDH memang sedang didalami penyidik. Karena memiliki hubungan dengan sanksi etik atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang menyeret Mantan personel Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro Cs.
Sebagaimana sempat disinggung Komisioner Kompolnas, Choirul Anam bahwa isu awal kasus pelanggaran etik kemungkinan akan mengungkap peran dari anggota non-kepolisian yang terlibat aktif dalam dugaan suap, salah satunya EDH mantan pengacara anak bos Prodia.
Tercatat terduga pelanggar dalam kasus ini diantaranya, Dua Mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro dan AKBP Gogo Galesung. Kemudian dua anggota Polres Metro Jaksel berinisial Z dan ND, dan satu Eks Kanit inisial M.
“Memang peran non-anggota kepolisian sangat signifikan. Dan ini nanti semoga dia datang gitu ya, untuk bisa diperiksa. Tapi yang pasti tadi diumumkan kurang lebih akan dipanggil 21 saksi yang akan diperiksa untuk satu terduga pelanggar AKBP B,” kata Anam kepada wartawan.
“Semoga siapapun yang dipanggil akan datang, kalau nggak datang kemungkinan besar juga akan menggunakan apa yang sudah tertulis. Karena memang jangan sampai struktur cerita ini patah gara-gara nggak ada informasi apapun,” tambahnya.
Atas hal itu, Anam berharap Bid Propam Polda Metro Jaya dapat mengusut kasus ini sesuai dengan prosedur yang bisa dikenakan terhadap para terduga pelanggar secara profesional.
"Kita bisa berharap banyak atas kerja-kerja Paminal yang memeriksa itu dan kita berharap banyak ini majelis etiknya bisa bekerja secara maksimal, mengurai peristiwanya, dan mendudukkan sanksinya secara tepat," ucap dia.
8 bulan yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 6 jam yang lalu
HUKUM | 23 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu