Rupiah Diperkirakan Kembali Tertekan Efek Kebijakan Tarif

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 03 April 2025 | 16:45 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Nilai tukar (kurs) rupiah dinilai akan mengalami tekanan berat akibat kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS).

Pernyaataan ini disampaikan analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada Antara, Kamis (3/4/2025). 

“Indonesia mendapatkan tarif 32%. Rupiah bakalan tertekan berat sebagai salah satu negara yang dikenakan tariff reciprocal besar,” katanya. 

Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal terhadap mitra dagang AS sebagai upaya memangkas defisit perdagangan global.

Tarif tersebut disampaikan Trump, Rabu (2/4/2025).

Tarif tambahan sebesar 25%  untuk semua mobil yang dibuat di luar AS seperti diumumkan Trump pekan lalu, akan berlaku sesuai rencana pada hari ini.

“Rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini, besar kemungkinan akan volatile dan melibatkan intervensi Bank Indonesia. Indeks dolar AS terpantau volatile menyusul kebijakan tarif imbal balik Trump yang sedang diumumkan terlihat lebih agresif dari yang diperkirakan. Sentimen pasar saat ini sangat negatif dan risk off, BI akan intervensi,” ungkapnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: