Hatrick OTT KPK, Novel Baswedan: Ini Ujian
BeritaNasional.com - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terbaru lembaga antirasuah sebagai capaian besar sekaligus titik krusial.
Ia mengapresiasi gerak cepat lembaga tersebut setelah menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berujung tiga OTT dalam satu hari.
“KPK telah melakukan penindakan dengan baik, yaitu menindaklanjuti laporan masyarakat sehingga bisa melakukan OTT,” ujar Novel kepada Beritanasional.com, Minggu (21/12/2025).
“Terutama yang terakhir, bisa melakukan 3 OTT sekaligus dalam sehari,” imbuhnya.
Novel menyebut penindakan terkini semakin kuat karena menyasar aparat penegak hukum, yakni oknum Jaksa.
Ia menilai langkah demikian memberi sinyal serius terhadap praktik korupsi di sektor penegakan hukum.
“OTT kali ini dilakukan terhadap penegak hukum, yaitu oknum Jaksa,” tuturnya.
Keberhasilan penangkapan ini tidak cukup dinilai dari momen operasi saja. Ia menekankan perlunya pembuktian dan penyelesaian perkara dilakukan dengan optimal.
“Ini prestasi dan sekaligus ujian bagi KPK, apakah setelah berhasil melakukan OTT tersebut kemudian penyelesaian penanganan perkaranya bisa dilakukan dengan optimal,” kata dia.
Pun ia menekankan ekspektasi publik atas proses lanjutan yang jujur, profesional, serta bebas intervensi. Selain itu
harapan luas masyarakat agar tindak lanjut perkara tidak hanya sebatas penangkapan harus menjadi pinjakan agar kepercayaan publik kembali dimiliki KPK.
“Karena kita berharap KPK bisa melakukan kewajiban dan tugasnya secara obyektif, jujur dan profesional,” lanjut dia.
Rangkaian OTT sambungnya akan berarti besar bila menghasilkan efek pencegahan ke depan. Kekuatan lembaga antirasuah harus tercermin melalui upaya berkelanjutan terhadap pelaku korupsi di sektor penegakan hukum.
“Sehingga penindakan yang dilakukan bisa menimbulkan deterrence effect, dan dilakukan secara berkelanjutan terhadap para penegak hukum yang berbuat korupsi lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, KPK telah melakukan OTT di tiga wilayah berbeda dalam satu hari yang sama pada Kamis (18/12/2025).
Ketiga wailayah tersebut adalah Tangerang (Banten), Kabupaten Bekasi (Jawa Barat), dan Hulu Sungai Utara (Kalimantan Selatan). Hal tersebut baru pertama kali terjadi sepanjang KPK melaksanakan OTT.
OTT pertama terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, yang mengamankan total sembilan orang. Di antara mereka terdapat satu oknum jaksa yang bekerja di lingkungan kejaksaan.
Selain Tangerang, KPK juga menggelar OTT di Kabupaten Bekasi yang berujung pada penetapan status tersangka terhadap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.
Berikutnya terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, yang merupakan OTT ke-11 oleh KPK sepanjang 2025.
KPK menangkap enam orang termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu dan Kepala Seksi Intelijen Kejari Hulu Sungai Utara Asis Budianto.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







