DPR Apresiasi Retret Kabinet Merah Putih untuk Perkuat Kekompakan Menteri

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 07 Januari 2026 | 08:11 WIB
Retret kabinet Merah Putih di Hambalang. (Foto/BPMI)
Retret kabinet Merah Putih di Hambalang. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi II DPR RI Indrajaya menilai, retret atau pembekalan kepemimpinan kedua Kabinet Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memperkuat soliditas dan kekompakan antar menteri. Retret itu digelar Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Selasa (6/1/2026).

Retret tersebut sangat penting karena tantangan pemerintahan ke depan membutuhkan kerja sama yang semakin erat serta kepemimpinan yang kuat dan sejalan.

"Retret ini sangat penting untuk menyatukan visi dan memperkuat kekompakan antarmenteri. Dengan kebersamaan yang solid, kinerja kabinet tentu akan semakin optimal," ujar Indrajaya dalam keterangannya, dikutip Rabu (7/1/2026).

Indrajaya berharap retret tersebut meningkatkan kinerja para menteri dalam melaksanakan program pemerintah. Menurutnya, pembekalan kepemimpinan menjadi momentum yang tepat untuk menyegarkan kembali komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Indrajaya juga menekankan bahwa retret tersebut seharusnya dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah selama satu tahun terakhir. Evaluasi ini dinilai penting agar berbagai kekurangan dapat diidentifikasi dan segera diperbaiki.

"Setahun berjalan, tentu ada capaian yang patut diapresiasi, tetapi juga ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Retret ini menjadi momen yang tepat untuk melakukan evaluasi kinerja secara jujur dan konstruktif," ujarnya.

Politikus PKB ini meminta agar retret juga dibahas penanganan dampak bencana di Sumatera. Indrajaya menilai, penanganan bencana membutuhkan koordinasi lintas kementerian yang kuat dan keputusan yang cepat.

"Dampak bencana di Sumatera perlu mendapat perhatian khusus. Saya berharap dalam retret ini dibahas langkah-langkah konkret dan terukur agar penanganan bencana bisa lebih cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan masyarakat," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: