Kejagung Mulai Usut Kasus Eks Direksi BUMN
BeritaNasional.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan menindaklanjuti pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemanggilan mantan Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) soal kebocoran anggaran.
Hal itu disampaikan Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna bahwa pernyataan dari Presiden saat ini telah menjadi atensi untuk diselidiki oleh Korps Adhyaksa.
“Tentunya warning dari Bapak Presiden selaku pimpinan akan kita perhatikan. Tentunya kita akan menindaklanjuti dengan tetap berdasarkan pada alat bukti yang ada dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Anang Supriatna, kepada wartawan, dikutip Selasa (10/2/2026).
Kendati begitu, Anang menjelaskan meski para pejabat BUMN dimaksud telah tidak menjabat. Bukan berarti menghilangkan dugaan tindak pidana yang telah dilakukan.
“Tapi ini menjadi peringatan bagi para pejabat BUMN bahwa pertanggungjawaban pidana tidak bisa lepas seiring selesainya jabatan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Anang menjamin penyidik akan profesional dan transparan dalam menangani kasus dugaan kebocoran dana tersebut, sebagaimana dukungan yang telah diberikan Presiden.
“Kita akan profesional, apalagi mendapat dukungan dari Presiden. Tetap kita lakukan dengan kehati-hatian,” ucap Anang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras bagi para pimpinan BUMN terdahulu dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menyoroti pengelolaan aset negara yang selama ini terpecah-pecah di lebih dari seribu perusahaan, yang menurutnya hanya menjadi celah permainan oknum tertentu. Saat ini, pemerintah telah menghimpun aset tersebut ke dalam Sovereign Wealth Funds dengan nilai fantastis mencapai USD 1,04 triliun.
"Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus tanggung jawab siap-siap kau dipanggil kejaksaan," tegas Prabowo.
Presiden juga menjawab skeptisisme pihak-pihak yang menganggapnya hanya pandai berpidato tanpa aksi nyata. Dengan nada bicara yang mantap, Prabowo menyatakan komitmennya untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut hingga ke pengadilan.
"Karena mereka ngejek Prabowo cuma bisa ngomong di podium. Oh ya? Tunggu aja di pengadilan saya hanya takut dengan rakyat Indonesia dan Tuhan yang Maha Besar," tandas Prabowo.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu






