Trump Ancam Kerahkan Militer yang Sangat Besar jika Negosiasi Nuklir dengan Iran Gagal

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:50 WIB
Konflik AS dan Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Konflik AS dan Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Amerika Serikat (AS) mengancam akan mengerahkan kekuatan yang sangat besar jika negosiasi nuklir yang sedang berlangsung dengan Iran gagal. Hal ini disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Jumat (13/2/2026). Trump bahkan telah mengerahkan kapal induk kedua di kawasan Timur Tengah. 

“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Trump saat ditanya wartawan soal pengerahan kapal induk kedua ke kawasan tersebut.

“Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” tambahnya.

Sebelum pernyataan itu, media lokal melaporkan bahwa AS akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.

Ketika ditanya mengenai negosiasi dengan Iran, Trump mengatakan bahwa ia berpikir bahwa negosiasi tersebut akan “berhasil.”

“Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran, sangat buruk,” ucapnya.

Sebagai informasi, AS dan Iran tengah bernegosiasi secara tidak langsung di ibu kota Muscat pada 6 Februari dengan Oman sebagai mediator untuk membahas program nuklir Teheran.

Pertemuan tersebut menandai berakhirnya penangguhan selama sekitar delapan bulan setelah AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran-Israel pada Juni 2025.

Di tengah negosiasi tersebut, AS secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan itu. Trump juga memperingatkan Iran bahwa negara itu harus mencapai kesepakatan.

Pengayaan uranium tetap menjadi titik utama perselisihan. AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dan memindahkan uranium yang diperkaya tingkat tinggi ke luar negeri. Namun, tuntutan tersebut ditolak dengan tegas oleh Teheran.

Washington juga berupaya memasukkan program rudal Iran serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan ke dalam negosiasi, tetapi Teheran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan merundingkan isu di luar program nuklirnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: