Pemerintah Inggris Ungkap Berkas Mandelson Terkait Skandal dengan Jeffrey Epstein

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 12 Maret 2026 | 16:00 WIB
PM Inggris Keir Starmer (kanan) bersama Peter Mandelson. (Foto/https://instituteforgovernment.org.uk)
PM Inggris Keir Starmer (kanan) bersama Peter Mandelson. (Foto/https://instituteforgovernment.org.uk)

BeritaNasional.com - Pemerintah Inggris resmi mengungkap dokumen internal terkait penunjukan kontroversial Peter Mandelson sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat (AS). Pengungkapan setebal 147 halaman ini dilakukan setelah tekanan kuat dari parlemen yang menuntut transparansi atas proses verifikasi sang diplomat di Washington.

Dokumen tersebut mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer sebenarnya telah diperingatkan oleh para pejabat senior mengenai risiko reputasi besar sebelum Mandelson resmi menjabat. 

Peringatan ini berkaitan erat dengan hubungan masa lalu Mandelson dengan terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Berdasarkan catatan pemeriksaan tertanggal Desember 2024, para pejabat menyoroti interaksi Mandelson dengan Epstein tetap berlanjut antara 2009 hingga 2011. 

Hal ini menjadi krusial karena hubungan tersebut terjadi setelah Epstein divonis bersalah pada 2008 atas kasus prostitusi anak di bawah umur.

Bahkan, dokumen tersebut merujuk pada laporan bahwa Mandelson sempat menginap di kediaman Epstein pada Juni 2009, tepat di saat pengusaha Amerika tersebut tengah menjalani masa hukuman penjara.

Pengungkapan ini juga memotret adanya perpecahan di lingkaran dalam pemerintahan. Kepala Staf PM Starmer saat itu, Morgan McSweeney, dilaporkan telah mengungkap kekhawatiran mengenai rekam jejak Mandelson. 

Sebaliknya, Direktur Komunikasi Matthew Doyle justru merasa puas dengan penjelasan yang diberikan Mandelson kala itu.

Kritik tajam juga datang dari Penasihat Keamanan Nasional Jonathan Powell yang menyebut proses penunjukan ini "tidak biasa" dan terkesan terburu-buru.

Selain itu, Philip Barton, pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri, turut menyatakan keberatannya atas penunjukan tersebut.

Polemik Uang Pesangon dan Masalah Hukum

Selain masalah rekam jejak, dokumen ini merinci negosiasi keuangan setelah Mandelson diberhentikan dari jabatannya di Washington. 

Mandelson awalnya dilaporkan meminta kompensasi fantastis sebesar £547.201 (sekitar Rp11 miliar). Namun, pemerintah akhirnya hanya menyetujui total pembayaran sekitar £75.000.

Di sisi lain, Mandelson melalui laporan BBC membantah telah meminta pesangon sebesar itu. Ia juga menegaskan telah memberikan keterangan yang akurat mengenai hubungannya dengan Epstein dan membantah segala bentuk pelanggaran hukum.

Penyelidikan Pidana Masih Berjalan

Nasib Mandelson kini berada di ujung tanduk setelah ia ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan London pada akhir Februari lalu atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. 

Ia kini berstatus dibebaskan dalam pengawasan sementara penyelidikan berlanjut.

Penyelidikan polisi Inggris ini dipicu oleh rilis dokumen Departemen Kehakiman AS terkait kasus Epstein pada Januari lalu, yang memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi sensitif pasar selama Mandelson menjabat di pemerintahan.

Peter Mandelson yang merupakan tokoh senior dari era Tony Blair dan Gordon Brown hanya sempat mencicipi jabatan sebagai Duta Besar di Washington selama tujuh bulan sebelum akhirnya dipecat oleh Starmer akibat skandal masa lalunya.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: