Wakapolri Jelaskan Skema Rekayasa Jalan Tol, Hari Ini Bakal Ada Contraflow dari KM 47

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:07 WIB
Wakapolri Komjen Deddy Prasetyo saat memeriksa jalannya Operasi Ketupat 2026. (BeritaNasional/dok Polri)
Wakapolri Komjen Deddy Prasetyo saat memeriksa jalannya Operasi Ketupat 2026. (BeritaNasional/dok Polri)

BeritaNasional.com -  Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan skema rekayasa lalu lintas (lalin) yang akan diterapkan selama arus mudik lebaran atau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang telah disiapkan.

Penjelasan tersebut disampaikan Dedi saat meninjau Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek (Japek) dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada Sabtu (14/3/2026).

“Akan melakukan sosialisasi 2 jam atau 3 jam paling lambat sebelum dilaksanakan manajemen rekayasa arus lalu lintas itu akan disampaikan,” kata Dedi kepada wartawan.

Ia menyampaikan, salah satu penerapan rekayasa lalu lintas yang bakal diterapkan adalah skema contra flow (satu jalur) di Tol Jakarta–Cikampek atau tepatnya dari KM 47 sampai KM 70.

“Untuk yang hari ini dipersiapkan untuk contraflow satu jalur nanti dari mulai KM 47 sampai dengan KM 55 dan KM 70. Ya itu yang yang dipersiapkan strategi manajemen lalu lintas oleh Polda Jawa Barat,” jelasnya.

Dedi mencontohkan penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow untuk satu jalur bakal diterapkan jika traffic counting angkanya menyentuh 5.500 per jam. Lalu, dua jalur menyentuh angka 6.400 per jam, dan tiga jalur angka traffic counting 7.400 per jam.

“Lebih dari itu di angka 8.300 per jam, maka akan dilakukan one way. Ya nanti akan dikomunikasikan dengan Kakorlantas dan dipantau di Command Center KM 29,” jelasnya.

Pemantauan traffic counting, kata Dedi, untuk Polda Jawa Barat (Jabar) telah menempatkan empat rayon. Rayon satu di wilayah Bogor, rayon dua Karawang, rayon tiga Ciamis, dan rayon empat Kota Bandung. 

“Ya, rayon ini tujuannya untuk melakukan accounting terhadap traffic-traffic yang betul-betul padat. Dan juga menyiapkan tiga jalur ya, satu jalur tol, jalur tol itu jalur tol atas, kemudian jalur tengah, dan jalur tengah itu jalur arteri, dan juga jalur yang ketiga ada jalur untuk menuju lokasi wisata,” jelasnya.

“Ya, oleh karenanya Kapolda sudah mempersiapkan itu semuanya. Ketika tadi dari traffic counting sangat penting,. Traffic counting itu ketika jalan tol sudah padat maka manajemen rekayasa sudah dipersiapkan ya, bisa dialihkan ke jalur menuju ke jalur arteri,” tambah dia.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: