KontraS Minta Komisi III DPR Dorong Presiden Prabowo Bentuk TGPF Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
BeritaNasional.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta DPR untuk mendorong Presiden Prabowo Subianto membentuk tim gabungan pencari fakta penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Menurut Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, kasus ini menghadapi hambatan legal formal dan hambatan politis.
"Kami juga meminta supaya forum ini juga bisa mendorong presiden untuk bisa mengeluarkan keputusan politik yaitu membentuk tim gabungan mencari fakta," ujar Dimas saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Penyerangan terhadap Andrie Yunus bisa memberikan efek domino. Kerja-kerja publik, pembelaan hak asasi manusia, dan peningkatan kualitas demokrasi dapat menerima serangan, intimidasi, sampai represi.
"Bahwa kerja-kerja publik, kerja-kerja pembelaan hak asasi manusia, kerja-kerja untuk peningkatan kualitas demokrasi masih akan menemukan serangan, intimidasi, dan represi dari pihak-pihak yang mungkin tidak pernah punya satu frekuensi pikiran dengan masyarakat sipil," ungkapnya.
Maka, perlu dibentuk tim gabungan pencari fakta yang berisi ahli, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil untuk membongkar secara terang benderang kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
"Tidak hanya eksekutor lapangannya, pimpinan, tapi juga aktor intelektualisnya dan juga motifnya. Dan yang terakhir, mendorong penyelesaian kasus ini melalui mekanisme peradilan umum seperti argumentasi yang tadi saya sampaikan," tukasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






