Investasi Kuartal I 2026 Capai Rp498,8 Triliun, Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 23 April 2026 | 14:12 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto/BPMI)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 sebesar Rp498,8 triliun, naik 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian itu juga menyerap tenaga kerja sebanyak 706.569 orang.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan realisasi investasi Januari–Maret 2026 telah mencapai 24,4 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun.

“Target investasi pada 2026 adalah Rp2.041,3 triliun. Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 kurang lebih 24,4% dari total target investasi pada tahun 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun,” kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Secara kuartal, realisasi investasi tersebut meningkat 0,4 persen dibanding Triwulan IV 2025.

Adapun komposisi investasi antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) relatif seimbang.

Rinciannya, PMA tercatat Rp250,0 triliun atau 50,1 persen, sedangkan PMDN Rp248,8 triliun atau 49,9 persen.

Sementara itu, distribusi investasi antara Jawa dan luar Jawa juga hampir merata. Investasi di Jawa mencapai Rp247,5 triliun atau 49,6 persen dan luar Jawa Rp251,3 triliun atau 50,4 persen.

Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp69,4 triliun.

Disusul jasa lainnya Rp64,2 triliun, pertambangan Rp51,9 triliun, perumahan dan kawasan industri Rp48,0 triliun, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp45,4 triliun.

Dari total investasi tersebut, Rp147,5 triliun atau 29,6 persen berasal dari sektor hilirisasi.

“Capaian investasi yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan, meningkat 8,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” tandas Rosan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: