Meta Bakal Pangkas 10 Persen Karyawan demi Ambisi AI, Microsoft Buka Program Pensiun Sukarela
BeritaNasional.com - Gelombang efisiensi kembali menghantam raksasa teknologi Amerika Serikat (AS). Meta Platforms yang merupakan induk perusahaan Facebook dan Instagram dikabarkan berencana memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja.
Rencana tersebut mencuat seiring perusahaan yang terus memprioritaskan investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan memo internal yang beredar pada Kamis, kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 8.000 posisi pekerjaan.
Angka tersebut merujuk pada laporan tahunan Meta per akhir Desember 2025. Total karyawan global mereka mencapai 78.865 orang.
Meta Fokus pada Efisiensi dan Infrastruktur AI
Manajemen Meta menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah beroperasi secara efisien tanpa mengenyampingkan inovasi. Perusahaan tersebut telah menyiapkan belanja modal yang fantastis pada 2026, yakni di kisaran USD115 miliar hingga USD135 miliar.
Dana jumbo tersebut dialokasikan khusus untuk memperkuat infrastruktur pendukung, terutama bagi unit Meta Superintelligence Labs serta pengembangan bisnis inti perusahaan.
Kenaikan anggaran tahunan ini mencerminkan ambisi Meta untuk memimpin persaingan talenta dan produk berbasis AI di pasar global.
Langkah Microsoft
Di saat yang hampir bersamaan, rival mereka, Microsoft, juga melakukan penyesuaian struktur tenaga kerja.
Namun, perusahaan besutan Bill Gates ini menempuh jalur yang lebih lunak melalui program pensiun sukarela.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Microsoft, Amy Coleman, memperkenalkan program penawaran pensiun satu kali ini bagi sebagian kecil karyawan di Amerika Serikat yang telah lama mengabdi.
Program ini diprediksi akan diikuti oleh ribuan staf. Sebagai gambaran, hingga pertengahan 2025, Microsoft mempekerjakan sekitar 228.000 orang di seluruh dunia.
Sama seperti Meta, Microsoft juga tengah bakar uang untuk mendominasi pasar AI. Pada kuartal kedua tahun fiskal 2026 yang berakhir Januari lalu, Microsoft mencatatkan pengeluaran modal USD37,5 miliar.
Menariknya, sekitar dua pertiga dari dana tersebut habis dialokasikan untuk aset berumur pendek, terutama pengadaan unit pemroses grafis (GPU) dan CPU yang menjadi otak utama pengolahan data AI.
Sumber: TechCrunch
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







