Situasi Memanas, Negosiasi AS-Iran Mandek
BeritaNasional.com - Situasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan arah yang jelas.
Pernyataan dari Donald Trump yang memberi isyarat akan ada perkembangan pada Selasa, sempat menarik perhatian, namun tanpa penjelasan rinci.
Di tengah kondisi ini, seperti dikutip dari aljazeera, Minggu (26/4/2026), peran mediator diperkirakan akan semakin penting.
Negara seperti Pakistan disebut berpotensi menjadi penghubung komunikasi antara kedua pihak, terutama untuk menyampaikan pesan dan menjaga jalur diplomasi tetap berjalan.
Dari sisi militer, tekanan terhadap Teheran belum akan mereda. AS diperkirakan tetap melanjutkan pengawasan di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global, sekaligus memantau aktivitas maritim Iran sebagai bagian dari strategi tekanan.
Sementara itu, belum ada kepastian kapan negosiasi akan kembali dilanjutkan. Para mediator kemungkinan akan terus mendorong kedua pihak agar tetap terlibat dalam dialog, meski situasinya masih penuh kehati-hatian.
Untuk saat ini, fokus utama diplomasi adalah menjaga gencatan senjata tetap bertahan. Upaya ini dinilai penting agar ketegangan tidak kembali meningkat dan memicu konflik terbuka antara kedua negara.
Sebagai catatan, upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali tersendat. Donald Trump membatalkan rencana kunjungan pejabat AS ke Pakistan pada Sabtu, tak lama setelah delegasi Iran meninggalkan Islamabad.
Trump menilai pengiriman utusan hanya akan membuang waktu. Ia menyebut utusan khusus Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner tidak perlu berangkat jika belum ada kepastian hasil.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi telah bertemu pihak Pakistan sebagai mediator. Ia mengaku sudah menyampaikan posisi Iran terkait upaya mengakhiri konflik, namun masih meragukan keseriusan Washington.
“Ia menyebut Iran telah menyampaikan posisinya untuk mengakhiri perang, tetapi belum melihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi,” kata Abbas Aragchi.
Meski gencatan senjata telah diperpanjang dari batas awal 22 April, pembicaraan belum menunjukkan kemajuan berarti. Ketegangan masih tinggi, terutama di Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
BUDAYA | 10 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 10 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





