Negosiasi Buntu, Trump Ancam Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Iran
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan telah menunda rencana serangan militer terhadap Iran demi membuka ruang bagi jalur diplomasi. Kendati demikian, Trump memberikan peringatan keras bahwa opsi serangan militer skala besar siap kembali digulirkan jika proses negosiasi tersebut menemui jalan buntu.
"Kami sedang menggelar pembicaraan yang sangat mendalam dengan Iran. Jika negosiasi ini tidak membuahkan hasil, kami akan kembali mengambil tindakan militer yang sangat kuat," ujar Trump dalam dalam wawancara eksklusif yang dikutip dari Axios pada Senin (27/7/2026) waktu setempat.
Saat didesak mengenai tenggat waktu yang diberikan untuk jalur diplomasi ini, Trump enggan memerinci, namun memastikan waktunya sangat terbatas.
"Tidak lama. Pilihannya hanya berjalan cepat atau tidak sama sekali," tegasnya.
Beri Kesempatan Pihak Mediator
Trump mengungkapkan keputusan untuk membatalkan serangan pada Jumat lalu diambil setelah menerima masukan dari negara-negara mediator dan sekutu kawasan. Mereka meminta AS untuk memberikan satu kesempatan lagi bagi proses dialog dengan Teheran.
Meski membuka pintu komunikasi, Trump tetap melontarkan sindiran tajam. Berbicara kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam penerbangan menuju Michigan, ia mengeklaim bahwa Iran bersedia berunding hanya karena kekuatan militer mereka telah ditekan oleh AS.
"Saya melihat ada peluang besar sesuatu (kesepakatan) akan terjadi. Jika itu terwujud, bagus. Namun jika gagal, kita akan kembali ke rencana semula dua hari yang lalu," kata Trump.
Penyelarasan Sikap dengan Israel
Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya dan Israel memiliki pandangan yang hampir selaras terkait isu Iran.
Hal ini disampaikannya menjelang rencana kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Gedung Putih pada hari Selasa.
"Kami memang memiliki sedikit perbedaan pandangan, tetapi posisi kami sudah cukup dekat," ungkap Trump.
Sita Aset Iran untuk Ganti Rugi
Selain ancaman militer, Trump juga menegaskan sikap ekonominya. Ia mengulang kembali rencana AS untuk membekukan dan menggunakan aset-aset Iran yang berada di bawah kendali Amerika Serikat.
Langkah ini diambil sebagai kompensasi atas kerusakan sejumlah kapal tangker yang diserang saat melintasi jalur laut strategis di Selat Hormuz.
"Kami akan menggunakan uang mereka sendiri (Iran) untuk membayar seluruh kerusakan yang telah mereka perbuat," tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari sumber-sumber regional di Timur Tengah, proses negosiasi yang saat ini dimediasi oleh Oman dan Iran dikabarkan menunjukkan sejumlah kemajuan positif, meskipun belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Sumber: Xinhua News dan Axios
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu







