Rekrutmen Kopdes Merah Putih Diserbu 639 Ribu Pelamar, Tes Kompetensi Dimulai!

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 04 Mei 2026 | 11:43 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto/istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Pemerintah mencatat jumlah pelamar program rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mencapai 639.732 orang hingga penutupan pendaftaran pada 24 April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, mengatakan dari total pelamar tersebut, sebanyak 483.648 orang dinyatakan memenuhi syarat administrasi.

“Saat ini seleksi telah memasuki pelaksanaan tes kompetensi yang akan berlangsung 3 hingga 12 Mei 2026,” kata Zulkifli dilansir dari Antara, Senin (4/5/2026)

Tes kompetensi tersebut menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), metode yang juga digunakan dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN). Pelaksanaan tes digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia untuk memudahkan peserta memilih lokasi terdekat dengan domisili masing-masing.

Setelah tahap CAT, peserta akan mengikuti seleksi kompetensi tambahan berupa psikotes, mental ideologi, dan pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 31 Mei 2026.

Pemerintah menargetkan pengumuman hasil akhir seleksi pada 7 Juni 2026. Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (komcad) serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang.

Zulkifli menegaskan proses rekrutmen SDM Kopdes Merah Putih akan diawasi ketat oleh panitia seleksi nasional agar berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Tidak ada bayaran apa pun. Tidak ada titipan,” kata dia menegaskan.

Lebih lanjut, Zulkifli menyatakan Kopdes Merah Putih dibentuk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan, sesuai arahan Presiden untuk memperkuat perekonomian masyarakat dari akar rumput.

Melalui koperasi tersebut, pemerintah berupaya memangkas rantai pasok yang dinilai terlalu panjang sekaligus memperkuat posisi petani dan pelaku usaha desa. Kopdes Merah Putih juga akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat guna menjaga stabilitas harga komoditas.

Ia mencontohkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Jika harga di tingkat pasar berada di bawah ketentuan tersebut, koperasi dapat membeli hasil panen petani agar harga tetap stabil dan petani tidak merugi.

Selain fungsi ekonomi, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial dan barang subsidi agar lebih tepat sasaran.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: