Wacana TNI Bekali Penerima LPDP, Pimpinan DPR: Penting untuk Nasionalisme

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.  (Foto/Instagram Wakil Ketua DPR Korkesra)
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto/Instagram Wakil Ketua DPR Korkesra)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal mendukung wacana pemberian pembekalan semangat nasionalisme kepada calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut Cucun, pembekalan ini penting untuk memastikan intelektual muda tetap memiliki ikatan batin dan tanggungjawab moral dengan tanah air ketika menempuh pendidikan di luar negeri.

"Bagi saya begini, nasionalisme itu mau ditanamkan kepada setiap penerima LPDP oleh siapapun juga (tidak masalah), mau dari BPIP, mau TNI saya setuju," ujar Cucun dikutip dalam siaran pers pada Rabu (6/5/2026).

Menurut Cucun, para penerima LPDP harus memiliki kesadaran bahwa kesempatan pendidikan yang diperoleh merupakan hasil kontribusi pajak dari rakyat Indonesia.

"Yang pasti alumni LPDP ini harus tahu, ini kan mereka diberangkatkan ke sana dibiayai oleh negara, dibiayai oleh rakyat, maka harus ingat kembali ke Indonesia untuk membangun bangsa," ujarnya.

DPR RI berharap dengan adanya sentuhan nilai-nilai nasionalisme yang lebih disiplin, para penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademis di kancah internasional, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan pemikiran saat kembali ke Indonesia.

Wacana melibatkan TNI dalam pembekalan LPDP ini mencuat seiring dengan kebijakan baru pemerintah untuk memperketat pengawasan dan relevansi pengabdian alumni. Pemerintah melalui Kemenkeu mulai mengintegrasikan materi bela negara dan wawasan kebangsaan yang lebih intensif dalam tahap keberangkatan.

Berdasarkan data terbaru, pemerintah terus mengevaluasi ribuan alumni yang terdeteksi tidak segera kembali ke Indonesia (melanggar kontrak pengabdian). Keterlibatan TNI diharapkan memperkuat aspek ideologis agar fenomena "lupa pulang" ini berkurang.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: