Komisi I DPR Apresiasi Prabowo Perkuat Alutsista TNI untuk Hadapi Situasi Geopolitik

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 19 Mei 2026 | 06:49 WIB
Presiden Prabowo Subiantomenyerahkan alutsista baru dari Pemerintah kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Presiden Prabowo Subiantomenyerahkan alutsista baru dari Pemerintah kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto menyerahkan enam unit jet tempur Rafale dan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) modern kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyampaikan, penambahan alutsista menjadi langkah strategis strategis untuk memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik.

"Penyerahan jet tempur Rafale dan berbagai alutsista modern lainnya akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia. Penambahan alutsista ini sangat penting, terlebih dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu seperti saat ini,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Oleh menilai, penguatan alat pertahanan akan memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan Indonesia menjaga kedaulatan di udara, laut dan darat.

"Dengan penambahan alutsista, Indonesia akan memiliki kemampuan yang semakin kuat untuk menjaga pertahanan udara, laut, dan darat. Ancaman bisa datang kapan saja dan dari mana saja. Karena itu, Indonesia harus selalu siap menghadapi segala bentuk ancaman," jelasnya.

Oleh juga menyoroti berbagai konflik internasional yang terjadi saat ini, termasuk eskalasi ketegangan di Timur Tengah, sebagai pelajaran penting bagi setiap bangsa untuk memiliki sistem pertahanan yang kuat.

"Perang yang terjadi di Timur Tengah, antara Amerika, Israel, dan Iran, menyadarkan kita semua bahwa pertahanan sebuah bangsa sangat penting dan sangat menentukan kedaulatan negara. Bangsa yang pertahanannya lemah akan sangat rawan terhadap ancaman maupun serangan dari pihak lain," terang Oleh.

Politikus PKB ini berharap, modernisasi alutsista yang terus dilakukan pemerintah dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional, melindungi wilayah kedaulatan, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah percaturan global.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melangsungkan proses penyerahan sejumlah alutsista di antaranya 11 pesawat lengkap dengan persenjataan kepada TNI Angkatan Udara (AU), pada Senin (18/5/2025).

Proses penyerahan berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma dengan rincian enam 6 pesawat Rafale, 4 Dassault Falcon 8X, serta 1 Airbus A400M Atlas MRTT sebagai alutsista baru untuk memperkuat mobilitas udara.

Selama proses penyerahan berlangsung turut disaksikan Presiden Prabowo, mulai dari pelepasan tirai sampai penyiraman air bunga ke bagian moncong pesawat Rafale. Dilanjutkan penyerahan kunci pesawat ke Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, lalu diserahkan ke Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Selain 11 pesawat, dalam kesempatan ini juga diserahkan beberapa peralatan sebagai penunjang operasional, mulai dari Radar GCI GM403, Rudal Air to Air Beyond Vasual Range (BVR) Meteor, sampai Smart Weapon AASM Hammer bagian dari senjata Rafale buatan Prancis.

“Saudara-saudara sekalian, tadi baru saja kita menerima secara resmi dengan adat kita penambahan alutsista untuk angkatan udara kita.Kita menerima enam pesawat tempur ya, Rafale dan pesawat angkut Falcon pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga,” kata Prabowo saat pidato.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: