Donald Trump: Xi Jinping Janji China Tak Kirim Senjata ke Iran
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin China Xi Jinping telah meyakinkannya bahwa China tidak akan mengirim senjata ke Iran selama perang yang sedang berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa setelah ia kembali dari kunjungan tiga hari ke China pekan lalu. Setelah kunjungan tersebut, Trump memuji sejumlah kesepakatan dagang, namun tidak menghasilkan terobosan besar terkait perang antara AS-Israel dan Iran.
Pernyataan itu juga muncul saat Presiden Rusia Vladimir Putin tiba untuk kunjungan ke China, melanjutkan kemitraan strategis jangka panjang dengan Beijing yang selama ini menimbulkan kekhawatiran di Washington. Moskow juga telah lama memasok senjata ke Iran.
“Presiden Xi telah berjanji kepada saya bahwa dia tidak mengirim senjata apa pun ke Iran. Itu janji yang indah. Saya percaya pada ucapannya,” kata Trump kepada wartawan saat menghadiri acara pembangunan ballroom Gedung Putih dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (20/5/2026).
Trump menambahkan bahwa Xi ingin Selat Hormuz tetap terbuka.
Sebelum kunjungan Trump ke China, dirinya dan para pejabat tinggi AS sempat menyampaikan pesan yang bertentangan. Mereka mengindikasikan berharap Beijing menggunakan pengaruhnya terhadap Iran untuk membantu mencapai gencatan senjata yang lebih permanen, namun di sisi lain juga meremehkan kemungkinan perang menjadi topik utama pembahasan dengan Xi.
Sejauh ini, belum ada tanda-tanda bahwa China, yang sebagian besar menghindari keterlibatan lebih jauh, akan mengambil peran yang lebih aktif.
Trump Sebut AS Bisa Serang Iran Lagi
Trump menyampaikan pernyataan itu tak lama setelah melontarkan ancaman baru terhadap Iran. Dalam unggahan media sosial, ia mengatakan bahwa “waktu terus berjalan” untuk mencapai gencatan senjata yang lebih permanen di luar jeda pertempuran yang berlangsung sejak 8 April.
Pada Senin, Trump mengatakan bahwa ia telah menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran.
Ia menyebut keputusan itu diambil atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Trump menambahkan bahwa “negosiasi serius sedang berlangsung”.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, juga melaporkan pada Senin bahwa Iran telah mengajukan revisi rencana perdamaian 14 poin untuk mengakhiri perang, meskipun rinciannya belum dipublikasikan.
Trump membahas rencana serangan terhadap Iran pada Selasa dan mengatakan kepada wartawan bahwa ia “tinggal satu jam lagi untuk membuat keputusan menyerang hari ini”.
Trump mengatakan dirinya memberi Iran waktu beberapa hari untuk kembali ke meja perundingan.
“Mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau awal pekan depan, waktu yang terbatas,” ujarnya.
“Kami mungkin harus memberi mereka pukulan besar lagi. Saya belum yakin,” tambah Trump.
Sementara itu, Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menegaskan bahwa Trump bukan termotivasi oleh negosiasi, melainkan oleh ketakutan terhadap respons Iran atas kemungkinan serangan baru AS.
Ia mengatakan bahwa serangan baru AS akan berarti “menghadapi respons militer yang tegas dan persatuan bangsa”.
“Kekuatan adalah satu-satunya bahasa yang dia pahami,” tambahnya.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu






